Nilai Kurs Rupiah merosot Menjelang Rapat FOMC

Menjelang Pembukaan Rapat komite Federal Market () Federal Reserve, nilai tukar rupiah 1,26 % menjadi Rp 11.971/USD berdasarkan Indeks pada hari Senin lalu (15/9). Indonesia tajam menjelang pertemuan dua hari FOMC karena investor sedang menunggu untuk hasil pada hari Kamis. Seperti penjualan ritel AS yang pada bulan Agustus lalu naik di laju tercepat dalam empat bulan terakhir, berkelok-kelok turun dari program pembelian obligasi AS dan menjulang AS telah menghasilkan dolar AS yang kuat.

federal-reserveSpekulasi muncul bahwa suku bunga AS akan meningkat setelah program pembelian obligasi AS berakhir pada akhir tahun-. Dalam pertemuan FOMC mendatang diharapkan bahwa program pembelian obligasi akan turun lebih jauh dari luka USD $ 25000000000 per bulan saat ini USD $ 15000000000 per bulan. akan mempublikasikan hasil pertemuan FOMC pada hari Kamis. Sebelumnya, bank sentral AS telah menyatakan bahwa ia mungkin akan mempertahankan suku bunga rendah untuk “waktu yang cukup” setelah mengakhiri program pembelian obligasi.

Pelaku juga khawatir tentang produksi lemah Cina industri, penjualan ritel, dan investasi aktiva. Data China yang mengecewakan menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua dunia melambat lebih lanjut. Perlambatan ekonomi di China yang bermasalah untuk negara berkembang lainnya (termasuk Indonesia) karena akan menyebabkan mengurangi ekspor dari -pasar berkembang.

Selain itu, sebuah laporan baru-baru ini oleh Bank for International Settlements (BIS) sinyal muncul kerentanan pasar ‘arus keluar modal di tengah stimulus belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank sentral dan tingkat historis rendah di kelas aset.

Kekhawatiran juga muncul sebagai akibat dari sanksi ekonomi baru yang diberlakukan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat pada Rusia. Maskapai sanksi dan ketegangan antara Rusia dan Uni Eropa dan Amerika Serikat menimbulkan risiko bagi pertumbuhan ekonomi global.

Kurs rupiah acuan (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, disingkat JISDOR) disusutkan 0,37 persen menjadi Rp 11,875 per dolar AS pada Senin (15/09)

Loading...