NFP AS Kurang OK, Rupiah Menguat di Senin Pagi

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (5/10) pagi - magazine.job-like.com

JAKARTA – Rupiah memanfaatkan data nonfarm payrolls AS yang tidak begitu baik untuk ke area hijau pada Senin (5/10) pagi. Menurut paparan Index pada pukul 09.10 WIB, mata uang Garuda menguat 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.849,5 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 30 poin atau 0,20% di posisi Rp14.864,5 per dolar AS pada akhir pekan (2/10) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut pada bulan September 2020 naik 661.000. Pembacaan ini memang mengikuti kenaikan bulan sebelumnya yang sebesar 1.489.000, namun masih jauh dari perkiraan yang memprediksi ada tambahan 859.000 .

Satu titik terang dari laporan pekerjaan bulanan adalah tingkat yang masih turun, yang berdetak lebih rendah menjadi 7,9% dari 8,4% pada bulan sebelumnya. Meskipun demikian, tingkat yang lebih rendah sebagian mungkin disebabkan tingkat partisipasi angkatan kerja yang lebih rendah karena pekerja menjadi putus asa imbas lockdown corona awal tahun ini. Data nonfarm payrolls juga mengungkapkan bahwa kompensasi karyawan melambat, yang ditunjukkan oleh pendapatan per jam rata-rata yang cuma naik 4,7%.

Laporan penggajian non-pertanian ini muncul sehari setelah berita utama media mengungkapkan bahwa Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, telah gagal mencapai kesepakatan atas putaran kedua stimulus bantuan COVID-19. Gedung Putih sementara dilaporkan telah mengurangi tawarannya menjadi 1,5 triliun dolar AS dari sebelumnya 2,2 triliun dolar AS, namun anggota parlemen Demokrat telah menekankan setidaknya 3,1 triliun dolar AS dalam putaran terakhir debat.

Dengan kondisi di AS tidak begitu baik, rupiah diprediksi masih akan tertekan pada awal pekan ini. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, seperti disalin Bisnis, berujar bahwa  rupiah dikelilingi sentimen yang tidak begitu menguntungkan. Negosiasi paket stimulus dari AS masih belum menemukan kesepakatan sehingga pasar kembali mencari posisi aman.

Sedikit berbeda, analisis CNBC Indonesia memprediksi bahwa rupiah berpotensi untuk bergerak menguat pada perdagangan kali ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, dan karenanya kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...