NFP AS Mengecewakan, Rupiah Malah Drop di Awal Pekan

Rupiah drop pada Senin (10/12) pagi - starberita.com

JAKARTA – Meski data nonfarm payroll terbaru dilaporkan cukup mengecewakan, malah berbalik drop pada Senin (10/12) pagi. Dilansir Index, mata uang Garuda membuka dengan melemah 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.498 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 40 poin atau 0,28% di posisi Rp14.480 per dolar AS pada akhir pekan (7/12) kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak menguat tipis 0,089 poin atau 0,09% ke level 96,603 pada pukul 08.04 WIB. Sebelumnya, mata uang Paman Sam sempat berakhir terdepresiasi 0,296 poin atau 0,31% di posisi 96,514 pada Jumat kemarin. Setelah itu, bangkit dengan dibuka rebound 0,201 poin atau 0,21%.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut selama bulan November 2018 hanya meningkat 155.000. Angka ini jauh lebih rendah dari prediksi yang memperkirakan peningkatan sebesar 198.000. Sementara, upah meningkat sebesar 0,2% per jam, juga di bawah prediksi sebesar 0,3%.

“Angka 155.000 adalah angka yang mengerikan, tetapi di bawah apa yang orang cari,” tutur kepala ekonom AS di JPMorgan Chase & Co., Michel Feroli, dilansir Bloomberg. “Setelah dua kuartal yang luar biasa kuat, pertumbuhan ternyata turun pada kuartal ini, dan Anda mungkin juga berharap tenaga kerja mendinginkan gejolak.”

Angka pengangguran di AS tidak berubah pada level 3,7% di bulan November, sesuai dengan perkiraan. Sebelumnya, Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menuturkan bahwa pasar tenaga kerja AS ‘sangat kuat’ oleh banyak tindakan dan bahwa ekonomi negara secara keseluruhan telah ‘berkinerja sangat baik.

“Meski demikian, pasar tetap harus mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan kenaikan mata uang Garuda,” tutur analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada. “Adanya sentimen dari The Fed dan masih adanya keraguan mengenai bisa berimbas pada pergerakan rupiah.”

Loading...