NFP AS Melonjak, Rupiah Negatif di Awal Pekan

Rupiah melemah terhadap dolar asRupiah membuka transaksi dengan melemah 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.116 per dolar AS - pasardana.id

JAKARTA – Laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan hasil positif membuat harus mengawali Senin (8/7) ini di area merah. Menurut data Index, Garuda membuka transaksi dengan melemah 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.116 per . Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 52 poin atau 0,37% di posisi Rp14.083 per pada akhir pekan (5/7) kemarin.

Berdasarkan data AS pada Jumat waktu setempat, laporan nonfarm payroll (NFP) negara tersebut sepanjang Juni 2019 kemarin tercatat sebesar 224.000, jauh di atas konsesi yang sebesar 162.000. Angka tersebut juga meningkat tajam dibandingkan pencapaian periode sebelumnya yang hanya menembus besaran 75.000.

“Hasil data ekonomi AS tersebut sangat di luar dugaan pasar, sehingga tidak menjamin adanya pemotongan 50 basis poin pada pertemuan berikutnya,” ujar ahli strategi makro global dan forex di Arkera, Viraj Patel. “Pasar menanti adanya pelemahan ekonomi secara nyata yang dapat mendorong untuk memangkas suku bunga acuannya dengan jumlah yang cukup signifikan.”

Hampir senada, kepala analis pasar dunia di Bank TIAA, Chris Gaffney, menuturkan bahwa data yang secara tak terduga berhasil dirilis lebih baik telah menghancurkan semua harapan adanya urgensi untuk pemangkasan suku bunga acuan dengan jumlah yang signifikan oleh The Fed pada bulan ini. Data ini pun telah mendorong semua tekanan pada emas untuk pekan ini.

Meski demikian, sejumlah ekonom dalam negeri memprediksi bahwa rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan ini. Pasalnya, data pendukung lainnya, seperti rata-rata upah per jam, hanya naik 0,2%. Sementara, tingkat pengangguran Juni naik menjadi 3,7%, dari sebelumnya 3,6%. “Kemungkinan rupiah bisa menguat hingga ke bawah level Rp14.000 karena data tenaga kerja AS,” kata Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail.

Loading...