NFP AS Melonjak, Rupiah Tetap Menguat di Awal Pekan

rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (5/4) pagi - detik.com

JAKARTA – Rupiah tetap mampu nangkring di area hijau pada perdagangan Senin (5/4) pagi meskipun data nonfarm payrolls AS terbaru menunjukkan kenaikan lebih tinggi daripada ekspektasi. Menurut laporan Index pada pukul 09.11 WIB, Garuda menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.515 per AS. Sebelumnya, spot ditutup pada posisi Rp14.525 per AS pada Kamis (1/4) menjelang libur Paskah,

Pada hari Jumat (2/4) waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa data nonfarm payrolls AS pada Maret 2021 melonjak 916.000 , sekaligus kenaikan terbesar sejak Agustus 2020. Sementara itu, jumlah pengangguran turun menjadi 6%. Angka ini lebih baik dari survei Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 675.000 dan tingkat pengangguran 6%.

“Ini menunjukkan bahwa ekonomi sedang pulih, bahwa mereka yang kehilangan pekerjaan akan kembali bekerja karena pemulihan berlanjut dan pembatasan dicabut,” kata kepala strategi di Prudential Financial, Quincy Krosby, dikutip dari CNBC. “Satu-satunya kekhawatiran di sini adalah jika kita memiliki gelombang -19 yang lain, yang mengarah ke putaran penutupan lainnya.”

Jumlah tenaga kerja terus bertambah setelah kehilangan lebih dari 6 juta orang pada satu titik tahun lalu. Sementara itu, 347.000 pekerja lainnya kembali, sehingga tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi 61,5%, dibandingkan dengan 63,3% pada Februari 2020. Namun, masih ada hampir 7,9 juta lebih sedikit orang AS yang dianggap bekerja dibandingkan pada Februari 2020, sedangkan angkatan kerja turun 3,9 juta.

“Pekan ini, rupiah masih akan tertekan. Data ekonomi AS yang membaik akan menjadi faktor penekan rupiah,” ujar Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana, dikutip dari Kontan. “Harga minyak dunia meningkat, biasanya global juga meningkat. AS juga akan meningkat, ini juga akan memberikan tambahan ketakutan terhadap kemungkinan adanya taper tantrum.”

Nyaris senada, analis HFX Berjangka, Ady Pangestu, menuturkan bahwa data nonfarm payrolls AS yang meningkat juga akan menekan rupiah. Penambahan 916.000 pekerjaan melebihi ekspektasi sebanyak 647.000 pekerjaan. “Rupiah pada perdagangan hari ini akan bergulir di kisaran Rp14.625 per ,” tutur Ady.

Loading...