NFP AS Melejit, Rupiah Melemah di Awal Senin

Rupiah melemah terhadap dolar asRupiah melemah terhadap dolar as - metrobali.com

JAKARTA – harus tersungkur pada perdagangan Senin (8/4) pagi setelah laporan nonfarm payrolls terbaru menunjukkan kenaikan yang cukup solid pada lapangan kerja. Menurut catatan Index, mata uang Garuda dibuka melemah 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.151 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 50 poin atau 0,35% di posisi Rp14.133 per AS pada akhir pekan (5/4) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut sepanjang bulan Maret 2019 meningkat ke level 196.000. Angka ini lebih tinggi daripada perkiraan ekonom yang sebesar 180.000. Perolehan NFP AS tersebut juga memperbaiki data di bulan sebelumnya yang tercatat sangat rendah, meski akhirnya direvisi menjadi 33.000.

“Angka tersebut lebih baik dari estimasi Dow Jones untuk pertumbuhan 175.000 dan datang setelah pertumbuhan yang mengecewakan di Februari, yang membuat ekonom bertanya-tanya apakah ekspansi ekonomi yang sudah cukup lama mendekati akhirnya,” ujar analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir . “Sementara, tingkat pengangguran sebesar 3,8% sesuai dengan ekspektasi.”

Di sisi lain, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, menuturkan bahwa bila sentimen gencatan antara AS dan memudar, maka aset berisiko seperti rupiah akan diuntungkan secara bisnis. Sementara, ketahanan ekonomi domestik akan menopang rupiah, dengan data indeks manufaktur berada di level 51,2.

“Ini di atas 50, artinya membaik dan banyak perusahaan mulai meningkatkan inventory-nya, sehingga produk manufaktur meningkat,” ujar Ibrahim. “Selain itu, data Inflasi Indonesia per Maret, tercatat 2,48% year-on-year (YoY) atau laju paling lambat sejak November 2009, sehingga menunjukkan masih derasnya aliran modal di keuangan Indonesia.”

Meski demikian, ekonom Pasar Uang PT Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menilai peluang koreksi rupiah masih terbuka lebar pada hari ini. Pasalnya, rilis data ekonomi AS terbaru ada yang dilaporkan positif, seperti data nonfarm payrolls AS periode Maret, sehingga memungkinkan greenback kembali ke jalur penguatan.

Loading...