Nonfarm Payrolls AS Anjlok, Rupiah Menguat Tajam di Awal Senin

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (10/5) pagi - investor.id

JAKARTA – langsung tancap gas pada Senin (10/5) pagi ketika nonfarm payrolls AS bulan April 2021 ternyata di bawah perkiraan ekonom. Menurut paparan Index pada pukul 09.03 WIB, mata uang Garuda dibuka menguat tajam 140 poin atau 0,98% ke level Rp14.145 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 34 poin atau 0,24% di posisi Rp14.285 per AS pada akhir pekan (7/5) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS melaporkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut hanya naik 266.000 pada April 2021, jauh lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan mencapai 1 juta. Sementara itu, angka pengangguran juga naik menjadi 6,1% atau lebih tinggi dari konsensus Dow Jones yang memprediksi 5,8%.

“Ini tentu saja menghilangkan tekanan untuk The Fed mengambil kenaikan dalam waktu dekat,” tutur kepala strategi pasar di TD Ameritrade, J.J. Kinahan, seperti dilansir dari CNBC. “Kami tidak akan melihat inflasi dalam upah, dan kami tidak memiliki banyak orang yang dipekerjakan seperti yang kami duga, sehingga kami harus menjaga agar pesta tetap berjalan.”

Sementara itu, Jason Furman, seorang ekonom di Universitas Harvard dan mantan penasihat administrasi Barack Obama, menuturkan bahwa laporan tersebut hanya tentang kekurangan pasokan tenaga kerja dan juga tentang kekurangan permintaan tenaga kerja. “Jika melihat April, terlihat ada sekitar 1,1 juta pekerja yang menganggur untuk setiap pembukaan . Jadi, ada banyak di luar sana, hanya saja pasokan tenaga kerja masih belum banyak,” katanya.

Dengan data tersebut, sejumlah analis yakin bahwa rupiah memiliki peluang cukup besar untuk bergerak menguat pada hari ini. Kepala ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyampaikan bahwa spot akan bergerak di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.350 per dolar AS. “Ada peluang rupiah untuk mengalami penguatan pada perdagangan Senin,” ujarnya seperti dikutip dari Kontan.

Loading...