Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Terapresiasi Tajam

rupiah 1000-100.000Rupiah naik secara signifikan menjelang sesi penutupan sore ini (15/4). Sejak dibuka tadi pagi Rupiah sudah mengalami penguatan secara berturut-turut sebagai imbas buruknya rilis data sektor ritel di Amerika yang dinilai merosot dari bulan Maret lalu.

Rupiah sejauh 0,61% ke posisi Rp 12.905 perDolar Amerika. Rupiah terapresiasi paling jauh memimpin diantara lainnya. Dari 11 Asia yang dipantau melalui Bloomberg Dollar Index, 7 mata uang bergerak naik, sedang sisanya 4 mata uang bergerak turun. Pergerakan Rupiah ini juga didukung oleh data bulan Maret yang diumumkan siang ini. mencatat mencapai USD 1,13 M, nilai ini jauh melampaui estimasi awal di angka USD 600 juta.

Rupiah yang menguat sebesar 76 basis poin ini membukukan peningkatan yang cukup signifikan sejak awal pekan. Penguatan beberapa waktu lalu dianggap sebagai imbas dari ekspektasi pelaku pasar valas terhadap kenaikan yang disampaikan oleh salah seorang pejabat the Fed akhir minggu lalu.

Analis dari Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan Rupiah terhadap Serikat pada perdagangan mendatang masih berpotensi untuk menguat sebagai efek dari rilis data perdagangan luar negeri Indonesia yang mencetak surplus tertinggi sejak tahun 2011. Hal ini diperkirakan akan membentuk sentimen positif meski Dolar dianggap sudah mulai mengalami rebound.

 

Loading...