Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Melaju di Awal Transaksi

Tren yang berlangsung kurang lebih seminggu berlanjut pada Selasa (18/7) ini seiring laporan neraca dagang Indonesia yang membaik. Seperti dilaporkan Index, mata uang Garuda mengawali dengan penguatan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.318 per AS. Kemudian, pada pukul 08.16 WIB, spot kembali melonjak 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.309 per AS.

Sebelumnya, pada sesi dagang awal pekan (17/7) kemarin, mata uang mampu ditutup di zona hijau setelah menguat 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.326 per dolar AS. Penguatan rupiah salah satunya disebabkan oleh pergerakan indeks dolar AS yang masih merayap di level terendah meski berangsur mengalami .

Di samping belum bangkitnya indeks dolar AS, pergerakan positif mata uang Garuda juga didorong oleh data dalam negeri yang cukup bagus. Senin kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia selama bulan Juni 2017 mengalami sebesar 1,63 miliar dolar AS, atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58 miliar dolar AS.

Peningkatan surplus tersebut didukung oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan menurunnya defisit neraca perdagangan minyak dan gas. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Juni 2017 tercatat sebesar 1,96 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang sebesar 1,07 miliar dolar AS.

“Kinerja neraca perdagangan dalam negeri pada bulan Juni 2017 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan (current account),” tulis Bank Indonesia dalam pernyataan resminya. “Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan, serta secara konsisten menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik.”

Secara keseluruhan, sepanjang bulan Januari sampai Juni 2017, ekspor Indonesia mencapai 79,96 miliar dolar AS, sedangkan impor total mencapai 72,33 miliar dolar AS, atau memiliki surplus 7,63 miliar dolar AS. “Prestasi neraca perdagangan pada semester pertama 2017 ini lebih baik jika dibandingkan neraca perdagangan bulanan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Loading...