Neraca Perdagangan Agustus Surplus, Rupiah Ditutup Menguat 30 Poin

Angka yang kembali mengalami mampu mendongkrak pergerakan mata uang Garuda sepanjang perdagangan Kamis (15/9) ini. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, rupiah ditutup 30 poin atau 0,23% ke level Rp13.175 per AS.

Di awal dagang, rupiah dibuka menguat tipis 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.193 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda makin melonjak 40 poin atau 0,30% ke posisi Rp13.165 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.29 WIB, spot masih bertahan di zona hijau dengan menguat 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.189 per dolar AS.

Pada Kamis siang, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Agustus 2016 yang mengalami surplus 293,6 juta dolar AS. Hal ini dipicu surplus sektor non-migas sebesar 921,3 juta dolar AS untuk mengimbangi sektor migas yang mengalami defisit 627,7 juta dolar AS.

Sementara, nilai mencapai 12,63 miliar dolar AS atau 32,54% dibandingkan ekspor Juli 2016. “Namun secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia rentang Januari 2016 hingga Agustus 2016 mengalami penurunan 10,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekspor dan memang diperkirakan membaik dibandingkan bulan Juli 2016. “Ekspektasi bahwa neraca perdagangan Indonesia periode Agustus yang masih surplus ini turut menjaga mata uang di teritorial positif,” kata Rangga.

Namun, penguatan rupiah ini ternyata tidak diikuti mata uang Asia yang mayoritas justru bergerak lesu. Pelemahan paling tajam terhadap dolar AS dialami oleh peso Filipina sebesar 0,53%, disusul ringgit Malaysia yang anjlok 0,26%, dan dolar Singapura yang turun 0,21%.

Loading...