Neraca Dagang Surplus, Rupiah Lanjut Menguat di Selasa Pagi

Rupiah - inal knRupiah - inal kn

JAKARTA – mampu meneruskan tren positif pada transaksi Selasa (17/11) pagi, disokong data neraca dalam negeri yang kembali mengalami surplus. Menurut catatan Bloomberg Index, Garuda menguat 60 poin atau 0,42% ke level Rp14.050 pada pukul 09.11 WIB. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 60 poin atau 0,42% di posisi Rp14.110 per AS pada Senin (16/11) kemarin.

Kemarin siang, Bank Indonesia melaporkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Oktober 2020 mengalami surplus sebesar 3,61 miliar dolar AS, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat surplus 2,39 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, neraca perdagangan dalam negeri sepanjang tahun berjalan Januari hingga Oktober 2020 mencatatkan surplus sebesar 17,07 miliar dolar AS.

“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, dilansir dari Antara. “Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan.”

Onny menambahkan, surplus neraca perdagangan Oktober 2020 dipengaruhi surplus neraca perdagangan nonmigas yang terus berlanjut. Bulan kemarin, surplus neraca perdagangan nonmigas mencapai 4,06 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang surplus 2,90 miliar dolar AS. Sebaliknya, nonmigas mengalami penurunan karena permintaan domestik masih rendah.

“Angin segar bagi rupiah berasal dari rilis neraca perdagangan Indonesia,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dikutip dari Kontan. “Surplus ini tidak terlepas dari menguatnya komoditas batubara dan CPO yang naik tinggi di bulan Oktober. Data positif ini akan mendorong penguatan rupiah lebih lanjut pada perdagangan kali ini.”

Hampir senada, analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, juga berujar bahwa rupiah akan melanjutkan penguatan pada hari ini. Perjanjian kerjasama free trade the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) antara dengan 14 lainnya saat ini menjadi salah satu sentimen penggerak. merespon positif kerjasama tersebut dan membuat aset berisiko kembali diincar.

Loading...