Neraca Dagang Surplus, Rupiah Berakhir di Zona Hijau

rupiah menguat

Indonesia di bulan April 2017 yang mengalami menjadi pendorong utama untuk pergerakan positif rupiah, selain koreksi yang dialami . Menurut laporan Index pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda mengakhiri awal pekan (15/5) ini dengan menguat 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.303 per dolar .

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dengan dibuka naik 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.320 per . Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.316 per . Jelang penutupan atau pukul 15.30 WIB, spot makin nyaman di zona hijau usai melonjak 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.305 per .

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia di bulan April 2017 mengalami surplus sebesar 1,24 miliar dolar AS. Nilai ekspor pada bulan keempat tersebut mencapai 13,17 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor Indonesia di bulan yang sama mencapai angka 11,93 miliar dolar AS.

Selama Januari hingga April 2017, nilai neraca perdagangan Indonesia juga mengalami surplus, yaitu sebesar 5,33 miliar dolar AS. Nilai ekspor sepanjang tahun ini mencapai 53,86 miliar dolar AS dan nilai impor selama empat bulan mencapai 48,53 miliar dolar AS. “Kami berharap, surplus ini lebih bagus lagi pada bulan-bulan berikutnya sehingga dapat memengaruhi perekonomian Indonesia,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto.

Sementara itu, dari global, indeks dolar AS masih mengalami koreksi setelah data Paman Sam dilaporkan mengecewakan. Setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,095 poin atau 0,10% ke posisi 99,157, the greenback kembali melanjutkan penurunan sebesar 0,056 poin atau 0,06% ke level 99,196 pada pukul 09.55 WIB.

Dolar melemah setelah indeks harga konsumen inti AS naik 1,9% secara year-on-year pada April 2017 atau kenaikan terkecil sejak Oktober 2015. Sementara itu, para ekonom dalam survei Reuters memprediksi angka inflasi akan tetap di posisi 2%. Di samping itu, data penjualan retail di Paman Sam juga dilaporkan hanya naik 0,4%, masih di bawah prediksi ekonom yang berada di angka 0,6%.

Loading...