Neraca Dagang Domestik Surplus, Rupiah Bertahan di Zona Hijau

Neraca perdagangan dalam negeri di bulan Oktober 2017 yang mencatatkan menjadi sentimen bagi untuk bertahan di zona hijau. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berhasil mengakhiri Rabu (15/11) ini dengan penguatan sebesar 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.535 per AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup menguat super tipis 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.551 per dolar AS pada akhir dagang Selasa (14/11) kemarin. Kemudian, pagi tadi, mata uang NKRI melanjutkan tren positif dengan dibuka naik 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.548 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.532 hingga Rp13.549 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik () mengumumkan bahwa neraca perdagangan dalam negeri di bulan Oktober 2017 mencatatkan surplus sebesar 900 juta dolar AS. Sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini, neraca dagang masih mengalami surplus sebesar 11,78 miliar dolar AS, yang lebih tinggi dari beberapa negara seperti India, AS, dan Belanda.

“Pada bulan Oktober 2017, masih terjadi surplus 900 juta dolar AS, karena ekspor lebih besar daripada impor,” kata Kepala BPS, Suhariyanto. “Total ekspor Indonesia di bulan Oktober sebesar 15,09 miliar dolar AS, sedangkan total impor tercatat 14,19 miliar dolar AS. Surplus yang terjadi berasal dari surplus komoditas non-migas yang sebesar 1,69 miliar dolar AS, meski komoditas migas mengalami defisit di neraca dagang sebesar 790 juta dolar AS.”

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau mengalami pelemahan akibat penguatan yang dialami euro, imbas laporan data produk domestik bruto (PDB) Jerman yang naik 0,8% pada kuartal ketiga 2017. Mata uang Paman Sam mengalami penurunan ke level 1,1791 terhadap euro setelah melonjak lebih dari 1% di sesi sebelumnya, sekaligus terpatri di posisi 93,856 terhadap enam mata uang utama dunia.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.539 per dolar AS, mengalami penguatan sebesar 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.542 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus , dengan penguatan tertinggi sebesar 0,45% menghampiri won Korea Selatan, disusul yen Jepang yang naik 0,25%.

Loading...