Neraca Dagang Domestik Kembali Surplus, Rupiah Berakhir Positif

rupiah menguat

Rupiah mampu mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir ditopang laporan dalam negeri bulan September 2017 yang mencatatkan surplus sebesar 1,76 miliar . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri hari ini (16/10) dengan penguatan sebesar 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.476 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup naik tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.498 per dolar AS pada perdagangan Jumat (13/10) pekan lalu. Kemudian, tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan menguat 45 poin atau 0,33% ke level Rp13.453 per dolar AS pada awal . Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.451 hingga Rp13.489 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia di bulan September 2017 mengalami surplus sebesar 1,76 miliar dolar AS, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencatat surplus 1,72 miliar dolar AS. Total nilai ekspor Indonesia di bulan kesembilan mencapai 14,54 miliar dolar AS, sedangkan nilai sebesar 12,78 miliar dolar AS.

“Surplus ini lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yang sebesar 1,72 miliar dolar AS,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Surplus neraca dagang kali ini dipicu oleh sektor non-migas yang mencapai 2,26 miliar dolar AS. Namun, untuk sektor migas, mengalami minus 495,8 juta dolar AS dikarenakan defisit pada minyak mentah sebesar 19,9 juta dolar AS dan hasil minyak sebesar 925,2 juta dolar AS.”

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya mampu melanjutkan gerak positif pada perdagangan hari ini. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,088 poin atau 0,09% menuju level 93,179 pada pukul 12.31 WIB, setelah sebelumnya ditutup menguat tipis 0,04% di posisi 93,091 pada Jumat lalu. Namun, penguatan greenback memang relatif terbatas setelah laporan data harga konsumen AS yang menunjukkan tetap rendah.

Pada Jumat kemarin waktu setempat, Departemen AS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) Paman Sam di bulan September 2017 melonjak 0,5% setelah naik 0,4% di bulan Agustus. Namun, inflasi di bulan kesembilan ini lebih kecil dari prediksi kenaikan sebesar 0,6% dan lebih rendah dari proyeksi Federal Reserve yang berharap inflasi menyentuh angka dua persen.

Loading...