Neraca Dagang Defisit, Rupiah Malah Melonjak di Akhir Kamis

Rupiah - harianjogja.bisnis.comRupiah - harianjogja.bisnis.com

JAKARTA – Neraca perdagangan bulan Oktober 2018 yang dilaporkan mengalami defisit ternyata tidak menghalangi untuk terus bergerak menguat pada perdagangan Kamis (15/11) sore. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda menguat 122 poin atau 0,82% menuju level Rp14.665 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan Oktober 2018 mengalami defisit sebesar 1,82 miliar dolar AS, seiring dengan arus yang kembali meningkat. tercatat mencapai angka 17,63 miliar dolar AS, sedangkan ekspor yang berhasil dilakukan hanya sebesar 15,80 miliar dolar AS.

sedang berupaya untuk menurunkan defisit dengan berbagai kebijakan, dan sudah ada kebijakan untuk mengatasi neraca perdagangan,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, dalam siaran pers di kantornya. “Ke depannya, perlu ada kebijakan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan agar kondisi neraca transaksi berjalan tetap terjaga.”

Dari , indeks dolar AS berhasil rebound dan bergerak di area hijau pada hari Kamis, meski kenaikan dibatasi penguatan yang dialami euro dan pound sterling. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,049 poin atau 0,05% menuju level 96,852 pada pukul 11.28 WIB. Kemarin, dolar AS berakhir melemah 0,500 poin atau 0,51%.

Seperti diberitakan Reuters, kenaikan yang dialami dolar AS cenderung terbatas karena euro dan pound sterling juga bergerak positif, menyusul keberhasilan Perdana Menteri Theresa May yang berhasil memenangkan persetujuan kabinet untuk rencana draft Brexit. Draf perjanjian perpisahan akan memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan yang menghindari ‘hard Brexit’.

“Mendapatkan persetujuan oleh parlemen akan sangat menantang dan itulah mengapa kami melihat keuntungan pound sterling terbatas di level 1,3,” tutur kepala strategi mata uang di National Australia Bank, Ray Attrill. “Di sisi lain, fundamental dolar AS tetap kuat, didukung oleh Paman Sam yang solid dan ekspektasi kenaikan The Fed.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.764 per dolar AS, melemah tipis 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.755 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang masih perkasa melawan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,55% dialami peso Filipina.

Loading...