Negosiasi Dagang AS & China Positif, Rupiah Melaju ke Zona Hijau

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

– Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Kamis (4/4), dengan penguatan sebesar 31,5 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 14.191,5 per dolar AS. Sebelum libur Isra Miraj, Selasa (2/4), kurs uang Garuda berakhir terapresiasi 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.223 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS melemah di tengah penguatan pound sterling lantaran kini sedang mencermati pembaruan tentang , yang dikabarkan memperoleh beberapa sinyal positif pada Rabu (3/4).

Perdana Menteri Inggris Theresa May dan pemimpin oposisi Partai Buruh Jeremy Corbyn sepakat untuk melakukan pertemuan lagi pada Kamis waktu setempat guna memecahkan kebuntuan Brexit setelah tidak adanya terobosan dari pembicaraan mereka pada Rabu (3/4), demikian seperti dilansir Antara.

Pound sterling dilaporkan menguat 0,25 persen terhadap dolar AS usai Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan pembicaraan dengan Partai Buruh dalam upaya untuk memecahkan kebuntuan Brexit yang bisa mendorong perjanjian Brexit yang lebih lembut dengan Uni Eropa.

Sementara itu, dolar AS sedikit berubah oleh data pada Rabu (3/4) yang mengindikasikan bahwa pengusaha-pengusaha swasta Amerika Serikat telah menambahkan 129.000 lapangan pekerjaan pada Maret 2019, di bawah ekspektasi para ekonom dan merupakan level terendah sejak September 2017.

Kemudian para pelaku pasar akan fokus pada laporan ketenagakerjaan untuk Maret pada Jumat (5/4) yang biasanya dilihat sebagai indikasi lebih lanjut tentang kekuatan pasar AS dan inflasi rupiah. Dolar AS sendiri juga mengalami tekanan akibat harapan kesepakatan perdagangan antara AS dengan China yang mendorong selera risiko secara .

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, penguatan rupiah terjadi berkat perkembangan yang positif dari negosiasi dagang antara AS dengan China. Sebagai informasi, pemerintah China telah memperpanjang penangguhan tarif bea masuk 25% untuk kendaraan roda 4 yang diimpor dari AS.

Selain rupiah, mayoritas mata uang emerging market lain juga mendapat dampak positif dari sentimen itu. “Berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar soal perang dagang membuat pelaku pasar mulai berani melepas dollar AS sebagai aset safe haven,” kata Lana, seperti dilansir Kontan.

Loading...