Negosiasi Brexit KO Dolar, Rupiah Melenggang di Akhir Rabu

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di area hijau hingga perdagangan Rabu (14/11) sore, setelah indeks terus bergerak turun karena kesepakatan Brexit menopang laju euro dan pound sterling. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.787 per dolar .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.755 per , melonjak 140 poin atau 0,94% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.895 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga perkasa melawan , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,79% menghampiri rupee India.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan Rabu ini, sedangkan euro dan pound sterling bergerak lebih tinggi setelah muncul laporan yang menyebutkan bahwa Inggris sudah membuat rancangan perjanjian perpisahan dengan Uni Eropa setelah bernegosiasi lebih dari setahun. Mata uang Paman Sam terdepresiasi 0,221 poin atau 0,23% ke level 97,082 pada pukul 10.59 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, investor ramai-ramai menjual dolar AS mereka karena sentimen risiko meningkat di sekitar kesepakatan Brexit dan bukan karena fundamental Paman Sam yang memburuk. Kenaikan yang dialami euro dan pound sterling menyebabkan investor ramai-ramai mengambil keuntungan atas greenback yang telah terkoreksi dari posisi tertinggi dalam 16 bulan.

“Tetapi, Anda jangan tertipu oleh pelemahan dolar AS karena hampir semua mata uang utama rebound karena faktor lokal, bukannya pergeseran selera pasar untuk greenback atau perubahan fundamental ekonomi,” tutur managing director di BK Asset Management, Kathy Lien. “Dolar AS kemungkinan akan kembali menguat, ditopang ekonomi Paman Sam yang kuat serta sentimen kenaikan suku bunga The Fed.”

Mata uang pound sterling diperdagangkan 1,009 terhadap dolar AS pada hari ini, menguat 0,3%, setelah Inggris dan Uni Eropa dikabarkan sudah menyetujui kesepakatan awal yang akan memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa. Tantangan bagi Perdana Menteri Theresa May selanjutnya adalah mengajukan kesepakatan anyar ini ke parlemen. Kabinet sendiri direncanakan akan mengadakan pertemuan pada pukul 02.00 siang waktu setempat untuk mempertimbangkan kesepakatan tersebut.

Loading...