Sejumlah Negara Eropa Longgarkan Lockdown, Mana Saja dan Bagaimana?

Sejumlah Negara Eropa Longgarkan Lockdown - www.liputan6.comSejumlah Negara Eropa Longgarkan Lockdown - www.liputan6.com

ROMA/MADRID/PARIS – Kebijakan lockdown dan physical distancing untuk membendung penyebaran virus corona telah membuat Eropa terpuruk dan menyebabkan jutaan orang tidak bekerja. Mulai pekan ini, sejumlah negara di Benua Biru tersebut mulai melonggarkan penguncian, termasuk membuka kembali beberapa dan sekolah, dengan aturan ketat tanpa memicu gelombang kedua infeksi.

Dilansir Deutsche Welle, Italia, negara Eropa paling terpuruk gara-gara COVID-19, telah memberlakukan lockdown selama dua bulan. Mulai Senin (4/5) kemarin, mengizinkan kembali pengoperasian industri konstruksi dan manufaktur. Restoran dan bar pun dapat dibuka, tetapi hanya untuk takeaway. Kuburan bisa dikunjungi, namun pemakaman masih hanya untuk rombongan kecil. Warga juga diberi waktu lebih banyak untuk berolahraga di luar ruangan dan mengunjungi orang-orang terkasih.

Sementara, di Spanyol, beberapa bisnis kecil, seperti penata rambut, dibuka kembali namun dengan janji pelanggan individu. Banyak orang dibebaskan untuk berolahraga dan berjalan bebas, berkelana ke luar untuk pertama kalinya selama akhir pekan sejak negara itu dikunci pada 14 Maret. Meski begitu, langkah-langkah menjaga jarak sosial tetap diberlakukan dan mewajibkan orang untuk mengenakan masker di transportasi umum.

Negara Eropa lainnya, Jerman, salon rambut dibuka kembali berdasarkan aturan kebersihan yang ketat. Banyak juga diizinkan untuk kembali ke kelas karena beberapa negara secara bertahap menghapuskan pembatasan. Namun, kebijakan physical distancing tetap di sebagian besar wilayah, membatasi pertemuan di luar ruangan untuk berpasangan (atau kelompok yang lebih besar) dengan jarak 1,5 meter. Menteri Dalam Negeri dan Olahraga juga mendukung dimulainya kembali kompetisi Bundesilga, selama tim mematuhi aturan dan kebersihan, dan bermain tanpa penonton.

Di Austria, sekitar 100.000 siswa tahun terakhir diharapkan untuk kembali ke sekolah menengah dan sekolah kejuruan untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret. Kroasia mengizinkan salon kecantikan untuk buka, tetapi masih tetap menutup yang lebih besar selama seminggu, sedangkan Belgia mengoperasikan kembali angkutan umum dan kain, terutama untuk pembuatan masker wajah.

Siprus membuka kembali pengadilan pada hari Senin, serta toko ritel dan perangkat keras, namun memberlakukan jam malam. Yunani mulai mengoperasikan salon rambut, toko elektronik, dan toko buku, tetapi masih belum mengizinkan warga pulau untuk mengunjungi daratan, sementara Hongaria mencabut pembatasan untuk seluruh wilayah, kecuali di ibukota Budapest, dengan kewajiban memakai masker dan menjaga jarak sosial.

Pemerintah Islandia mengizinkan salon rambut dan kecantikan, panti pijat, museum, dan klinik gigi dibuka kembali pada hari Senin, namun gathering masih akan dibatasi maksimal 50 orang. Lituania membuka perbatasan untuk penduduk yang ingin bepergian, Luksemburg mempersilakan 6.000 siswa tahun terakhir untuk melanjutkan kelas, dan Polandia mengoperasikan kembali perpustakaan dan museum untuk umum, serta hotel dan pusat perbelanjaan dengan hanya mengakomodasi satu orang per 15 m2.

Meski begitu, beberapa negara belum siap melonggarkan lockdown karena masih khawatir penyebaran virus. Belanda masih menunggu hingga tanggal 12 Mei mendatang mengenai pembukaan kembali restoran dan bar yang telah ditutup sejak medio Maret kemarin. Sementara, Prancis tidak berencana melonggarkan pengetatan hingga 11 Mei, ketika siswa secara bertahap kembali ke sekolah, beberapa bisnis dibuka kembali, dan orang-orang akan diizinkan untuk melakukan perjalanan dalam radius 100 kilometer dari rumah mereka.

Loading...