Nasabah Pilih Pakai Internet Banking, Layanan Perbankan di Jepang Semakin Sepi

Internet Banking - www.carp.ca

Penerapan digital dalam dunia saat ini mau tak mau telah banyak mempengaruhi pengembangan bisnis bank-bank di dunia. Sejak berkembangnya , semakin jarang pergi ke bank untuk meminta layanan transaksi dari teller. Alhasil 3 bank terbesar di Jepang mengumumkan rencana menutup cabang, menghilangkan ribuan posisi, dan memperkenalkan lebih banyak proses otomatisasi.

Bank terbesar di Jepang, Bank Tokyo-Mitsubishi UFJ misalnya, jumlah pelanggan yang mengunjungi kantor cabang telah turun 40% dalam dekade terakhir. Sebaliknya, jumlah pengguna internet banking melonjak 40% dalam 5 tahun terakhir. Kesenjangan ini tentunya sulit diabaikan bagi industri yang menanggung beban dari rendah dan tingkat suku bunga rendah. Dengan menyusutnya jumlah penduduk, angka nasabah bank diperkirakan semakin anjlok.

Seperti dilaporkan Nikkei, perusahaan konsultan A.S. KPMG memprediksi bahwa perusahaan teknologi global akan mendominasi perbankan di masa depan. Pada 2030, bank akan terdegradasi perannya menjadi di balik layar, seperti menciptakan produk atau mengoperasikan dan memelihara infrastruktur transaksional yang besar sebagai utilitas.

Tantangan bagi dunia perbankan tak cukup sampai di situ. Munculnya perusahaan-perusahaan startup berbasis financial technology atau teknologi keuangan juga turut membuat bank semakin terdesak. Sebuah afiliasi dari Alibaba Group Holding China, Ant Financial Services Group mengoperasikan layanan Alipay yang memungkinkan pengguna melakukan lewat ponsel.

Ant Financial pun kini menawarkan layanan , investasi, pinjaman, asuransi, dan layanan kartu kredit virtual. Ke depannya, Ant Financial juga membidik pasar luar negeri lewat kerjasama dengan operator layanan pembayaran mobile di India, Korea Selatan, Thailand, , Filipina, dan Jepang.

Sementara itu, bagi keseluruhan bank biaya personel dianggap sebagai biaya terbesar di cabang bank. Oleh sebab itu 3 megabank di Jepang mengungkapkan bahwa mereka setidaknya akan menghapus 32.000 posisi. Senada, Karim Siregar, Direktur Teknologi Informasi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berpendapat jika implementasi perbankan digital dapat meningkatkan efisiensi industri perbankan.

“Berdasarkan hitungan, jumlah penghematan dengan adanya perbankan digital bisa mencapai 10% hingga 20%. Ini adalah jumlah biaya yang bisa dihemat dengan adanya implementasi digital banking,” kata Karim, seperti dilansir Kontan. Efisiensi tersebut didapat dari pengurangan biaya pembukaan dan pengelolaan rekening nasabah, serta pengurangan ketika penarikan dan proses menabung.

Bagaimanapun juga, bisnis perbankan sangat dipengaruhi oleh kondisi demografi. Semakin besar jumlah penduduk, semakin banyak permintaan hipotek dan pinjaman usaha. Oleh sebab itu beberapa bank di Jepang seperti Bank Tokyo-Mitsubishi UFJ mulai melakukan ekspansi salah satunya dengan mengakuisisi Bank Danamon Indonesia atau bank lain di Asia Tenggara.

Loading...