Nantikan Data Ekonomi AS, Rupiah Melemah 3 Poin di Awal Dagang

Jakarta – Kurs pada awal pagi hari ini, Jumat (10/3) dibuka tipis 0,02 persen atau 3 poin ke Rp 13.393 per AS. Kemarin, Kamis (9/3) mata uang Garuda berakhir sebesar 0,30 persen atau 40 poin ke level Rp 13.390 per AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.361 hingga Rp 13.394 per AS.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengungkapkan bahwa berdasar daily chart gerak rupiah terhadap the Greenback masih sideways dengan kecenderungan melemah. Rupiah juga tak berdaya di sport karena dipengaruhi oleh aksi wait and see para menjelang keputusan terkait kenaikan acuannya sebesar 25 basis poin pada FOMC meeting Kamis (16/3) pukul 01.00 WIB mendatang.

Sementara itu, rupiah juga menanti rilis Amerika Serikat, yaitu US Non-Farm Payroll pada hari ini, Jumat (10/3) pukul 20.30 WIB yang kemungkinan akan memberi dampak yang cukup besar pada pasar global.

“Apabila hasilnya di atas ekspektasi, maka hal ini akan memberikan efek hawkish terhadap dolar AS sehingga memberi tekanan terhadap rupiah. Hasil dari pengumuman inilah yang akan menentukan kebijakan The Fed dalam memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan,” kata Nafan.

Senada dengan Nafan, Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menuturkan, “Kekhawatiran kami terjadi di mana laju rupiah lebih memilih berada di zona merah ketimbang berbalik menguat.” Reza menambahkan bahwa sentimen yang ada untuk sementara ini memang masih belum memberi kesempatan bagi rupiah untuk merangkak naik.

Laporan data kenaikan ADP private sector employment AS sebesar 298 ribu ternyata di atas perkiraan 190 ribu. Sayangnya rilis data tersebut masih belum mampu mengangkat indeks saham AS. “Namun, mampu mempertahankan laju dolar di zona hijau. Imbasnya tentu pada rupiah yang kembali mengalami pelemahan,” beber Reza.

Loading...