Nantikan Data Ekonomi AS, Rupiah Berakhir Pekan di Zona Hijau

Rupiah mampu memanfaatkan momentum pelemahan AS jelang data ekonomi Paman Sam untuk bergerak pada perdagangan Jumat (12/5) ini. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir pekan di zona hijau setelah 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.330 per dolar AS.

Langkah positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.335 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.329 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 14.57 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah 14 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.332 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS berbalik melemah di tengah fokus pasar tentang apakah data ekonomi Paman Sam selanjutnya akan memberi katalis penguatan lebih lanjut bagi laju greenback. Setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,005 poin atau 0,01% ke level 99,628, dolar AS harus berbalik turun 0,024 poin atau 0,02% ke posisi 99,599 pada pukul 11.47 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, beberapa analis berpendapat bahwa ketidakpastian tentang momentum pertumbuhan di Negeri Paman Sam serta kekhawatiran tentang dampak politis pemecatan tidak terduga Direktur FBI, James Comey, oleh Presiden Donald Trump dapat membatasi cakupan penguatan dolar AS dalam jangka pendek. “Dolar mungkin akan diperdagangkan di kisaran 112 yen hingga 115 yen,” kata Ahli Strategi Mata Uang Brown Brothers Harriman, Masashi Murata.

Saat ini, fokus memang tertuju pada indikator perekonomian AS lebih lanjut, termasuk data penjualan retail dan indeks harga konsumen pada April 2017, yang menurut rencana akan dirilis hari ini waktu setempat. Selain itu, pasar juga akan memantau pertemuan para pemimpin keuangan grup G7 yang berlangsung selama dua hari di Italia.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.340 per dolar AS, mengalami apresiasi 15 poin atau 0,11% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.355 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed terhadap greenback dengan penguatan tertinggi dialami rupee India sebesar 0,14% dan depresiasi terendah menghampiri dolar Singapura sebesar 0,13%.

Loading...