Nantikan Data Cadangan Devisa, Rupiah Kokoh Bergerak di Zona Hijau

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta – Rupiah rupanya berhasil mempertahankan pergerakannya di zona hijau. Hari ini, Jumat (7/9), rupiah dibuka menguat 24 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 14.869 per . Sebelumnya, Kamis (6/9), rupiah berakhir terapresiasi 45 poin atau 0,30 persen ke level Rp 14.893 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau melemah. Pada akhir Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,13 persen menjadi 95,061 lantaran para kini tengah mengatur posisi mereka menjelang bulan Agustus 2018 pada Jumat waktu setempat. Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam 2 pekan pada Selasa (4/9) lalu.

“Dolar baru saja menyerahkan beberapa keuntungannya, secara umum, setelah berkinerja lebih baik, menjelang data pekerjaan penting besok. Ini hanya penyesuaian posisi menjelang data penggajian,” ujar Joe Manimbo, analis senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Berdasarkan laporan pekerjaan nasional ADP pada Kamis (6/9), lapangan pekerjaan swasta mengalami peningkatan 163.000 pekerjaan pada bulan lalu. Menurut survei yang dilakukan oleh Reuters, para ekonom telah memprediksi sektor pekerjaan swasta akan tumbuh sebesar 190.000 pekerjaan bulan lalu.

Laporan ADP juga mempunyai catatan tidak menentu terkait prediksi komponen payroll (penggajian) swasta dari laporan pekerjaan. “[Itu] mungkin merupakan petunjuk bahwa pertumbuhan lapangan kerja telah mulai memudar lagi setelah sangat kuat dalam paruh pertama tahun ini,” beber Paul Ashworth, kepala ekonom AS di Capital Economics di Toronto.

Federal Reserve juga dikabarkan sedang ada pada jalur untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya bulan ini untuk ketiga kalinya sepanjang tahun 2018. Data pada Jumat disebut-sebut akan membantu membentuk prospek suku bunga The Fed. Dolar AS sendiri ditengarai melemah lantaran para pelaku pasar kini tengah berlomba-lomba membeli yen Jepang dan franc Swiss di tengah ketidakpastian kondisi perdagangan.

Menurut analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, rupiah hingga hari ini bisa menguat karena adanya intervensi . “Intervensi BI saja. Penting bagi BI untuk menjaga rupiah tidak tembus ke Rp 15.000 per dollar AS,” ucap Lukman, seperti dilansir Kontan.

Meski demikian, hari ini ia memprediksi rupiah masih akan tertekan meski tidak terlalu dalam. Dari dalam negeri nantinya juga akan keluar data cadangan devisa. Lukman memperkirakan cadangan devisa akan menurun dan memberi tekanan pada rupiah.

Loading...