Naik Tipis di Awal Perdagangan, Rupiah Diharapkan Menguat Jelang Libur Panjang

kekuatan kurs dollar

Sebelum libur panjang, rupiah dinilai masih memiliki kekuatan untuk mengungguli the greenback. Namun, meski sokongan dari domestik masih cukup kuat, pelaku tetap diminta mewaspadai tinggi akan dolar AS yang sering terjadi jelang musim liburan.

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali (1/7) dengan dibuka menguat tipis 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.207 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, Garuda kembali naik 41 poin atau 0,31% ke level Rp13.169 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,267 poin atau 0,26% ke 95,889 pada pukul 07.02 WIB.

“Dari sisi domestik, fundamental rupiah masih cukup untuk bertahan,” terang Research and Analyst PT , Faisyal. “Namun, perlu diwaspadai kebutuhan tinggi masyarakat akan dolar AS jelang musim libur. Biasanya, akan naik dan bisa menekan rupiah dari dalam.”

Sementara dari faktor eksternal, salah satu yang menjadi faktor penentu adalah sajian data ekonomi AS yang diumumkan Jumat malam. Jika klaim AS mingguan naik dari 259.000 menjadi 267.000 seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, maka dolar AS bisa semakin tertekan. “Ada celah rupiah menutup pekan sebelum libur panjang dengan penguatan,” sambungnya.

“Di samping, faktor dukungan dari eksternal bisa datang dari yang kembali naik dan data ekonomi Jepang yang ,” lanjut Faisyal. “Rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp13.100 hingga Rp13.250 per dolar AS.”

Loading...