Musim Panen Tiba, Harga Kopi di Bengkulu Selatan Turun Jadi Rp 22 Ribu/Kg

Harga Kopi Bengkulu Selatan

Ulu Manna – Walaupun di Bengkulu Selatan sudah memasuki , sejumlah di Bengkulu Selatan kurang bersemangat lantaran harga jual kering saat ini sedang . Menurut salah seorang petani Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna bernama Kimin, sekitar 2 bulan lalu harga kering bisa mencapai Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Sayangnya saat ini harga kopi kering di Bengkulu Selatan hanya dibanderol antara Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu saja per kg. “Musim panen kopi kali ini membuat kami petani kopi kurang bersemangat, sebab harga kopi sedang turun,” jelas Kimin.

Sementara itu petani lain bernama Yusin juga mengeluh dan beranggapan bahwa anjloknya harga kopi seolah sudah menjadi tradisi ketika masuk musim panen. Pasalnya sebelumnya memasuki panen harga jual kopi justru naik dan saat musim panen tiba, harga jualnya akan turun. “Kita hanya petani kecil, berapa pun harga jual, kopi tetap kami jual, semoga saja nanti harganya bisa naik lagi seperti sebelumnya,” imbuh Yusin.

Sedangkan harga kopi arabika hingga sejauh ini masih dipasarkan pada kisaran harga USD 2,8 per kilogram, tak terpaut terlalu jauh dengan harga dalam kurun waktu selama seminggu terakhir. Seperti halnya komoditas pada umumnya, harga kopi masih belum terpengaruh oleh berbagai sentimen .

“Sejauh ini tren kenaikan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan politik di Timur Tengah tidak mempengaruhi harga kopi dunia,” ujar pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin.

Menurut Gunawan, kopi memiliki pola pergerakan harga tersendiri. Tren permintaan kopi dianggap sebagai acuan pembentukan harga kopi di kalangan petani. Jadi harga kopi di tak sepenuhnya mengacu pada harga kopi internasional. Gunawan berpendapat jika harga kopi masih dipengaruhi sentimen permintaan dan persediaan kopi .

Loading...