Mulai Tahun 2017 Arab Saudi Terapkan Aturan Terbaru Biaya Visa Umroh Progresif

Visa Umroh Progresif - www.tradearabia.comVisa Umroh Progresif - www.tradearabia.com

Selain ibadah haji, sebagian besar umat di Indonesia juga mendambakan untuk bisa menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Seperti halnya pelesir ke -negara lain, ibadah seperti umrah ke pun juga dikenai . Biaya umroh bisa sangat bervariasi, tergantung negara, waktu keberangkatan, dan sejumlah lainnya.

Menurut info agen perjalanan Rabbani Tour, biaya visa umroh dimulai dari USD 75 atau sekitar Rp 1 jutaan dan bisa mengalami kenaikan, terutama saat akan memasuki bulan Ramadan, visa umrah bisa naik hingga mencapai USD 300 atau sekitar Rp 4 jutaan. Pengurusan visa umroh ke Saudi Arabia pun ternyata kabarnya tak bisa dilakukan sendiri oleh calon jemaah dengan mendatangi kedutaan setempat, melainkan harus melalui biro perjalanan.

“Setahu saya Arab Saudi tak bisa mengurus visa sendiri,” ujar Sri, salah satu warga Jakarta, seperti dilansir Kompas. Senada, menurut penulis buku Umroh Backpacker: A to Z Umroh Ala Backpackeran, Elly Basrah Lubis, visa ke Arab Saudi memang harus dibantu oleh travel agent.

“Prosedurnya untuk awam itu harus ada manifest dulu dari travel yang ada kop suratnya. Meski sendiri, orang harus tetap gabung travel atau minimal minta pengajuan visa. Kita tak bisa mengajukan visa langsung ke kedutaan,” jelas Elly.

Lebih lanjut Elly membeberkan, pihak travel agent atau provider visa nantinya dapat membantu mengurus pengajuan visa. “Setelah itu dikirim manifestnya ke Saudi. Nanti dikirim MOFA, paspor dan tiket,” imbuhnya.

MOFA (Ministry of Foreign Affairs) sendiri adalah voucher konfirmasi dari Kementerian Haji Saudi Arabia untuk calon jemaah umrah. Sebelum mengajukan visa ke KBSA, setiap calon jemaah umrah diwajibkan memiliki MOFA. “Setelah dapat MOFA, baru pergi ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk menstempel MOFA menjadi visa umrah,” ungkap Elly.

Berdasarkan informasi terbaru, Arab Saudi mulai tahun 2017 ini juga menerapkan aturan visa progresif bagi para calon jemaah umrah yang hendak beribadah lagi untuk kedatangan berikutnya. Para jemaah yang sudah pernah menunaikan umroh per tahun 1438 Hijriah dan hendak melakukan umrah kembali akan dikenai tambahan biaya visa sebesar SAR 2.000 atau setara Rp 7,17 juta (SAR 1 = Rp 3.600) pada kedatangan berikutnya.

“(Aturan) sudah efektif per 11 Oktober. Yang pergi umrah 1438 H dan mau pergi lagi di 1439 H kena progresif SAR 2.000,” ujar Direktur Utama Alfa Tours Alfa Edison. Para jemaah juga kabarnya telah mengetahui aturan visa progresif tersebut sejak tahun 2016 lalu.

Loading...