Mulai Pulih Pasca-Tsunami, Berapa Biaya Masuk Tanjung Lesung?

Pantai Tanjung LesungPantai Tanjung Lesung - www.pegipegi.com

BANTEN – Selain Anyer, objek wisata yang bisa Anda datangi ketika berkunjung ke Banten adalah Tanjung Lesung. Meski sempat dihantam gelombang tsunami pada akhir tahun 2018 kemarin, namun sektor di Tanjung Lesung sudah berangsur pulih. Untuk mengunjungi spot ini, wisatawan memang akan dikenakan masuk, yang terbilang masih di kisaran rata-rata.

Pada hari-hari biasa, pelancong yang hendak berwisata di Tanjung Lesung akan dikenakan seharga Rp25.000 per orang. Sementara, ketika akhir pekan atau hari libur, naik menjadi Rp40.000 per orang. Namun, saat libur panjang sekolah atau momen seperti akhir tahun dan Idul Fitri, biaya masuk ke Tanjung Lesung bisa naik hingga Rp60.000 per orang.

Meski tergolong mahal, namun pesona yang ditawarkan Pantai Tanjung Lesung memang tidak main-main. Kawasan ini sering disebut sebagai surga dunia yang tersembunyi. Di sini, wisatawan akan menemukan udara laut yang bersih, pohon-pohon yang rindang, suara gemuruh ombak, disertai angin sepoi-sepoi yang menenangkan.

Pasirnya yang putih dan halus, terhampar hingga 15 km, memungkinkan traveler untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk bermain voli pantai atau berlarian di pasir pantai. Selain itu, anak-anak juga bisa bermain istana pasir atau membuat bola-bola pasir. Jangan lupa juga untuk berburu kerang yang sering muncul di pinggir pantai.

Sempat dihantam tsunami, saat ini aktivitas pariwisata di Kawasan Khusus (KEK) Tanjung Lesung mulai berangsur pulih. -hotel yang ada di sana mulai beroperasi melayani tamu yang berkunjung. Sejumlah beroperasi menyasar segmen pengunjung tertentu, seperti turis yang datang untuk melihat dampak tsunami hingga turis yang datang untuk melakukan riset dan studi.

“Usai terjadinya tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu, aktivitas pariwisata di KEK Tanjung Lesung mulai berangsur pulih. Sejumlah hotel di sana pun sudah mulai menerima tamu,” jelas Direktur Utama sekaligus pendiri PT Jababeka Tbk., Setyono Djuandi Darmono, dilansir Tempo. “Hotel-hotel di sana mulai beroperasi untuk menyasar segmen pengunjung tertentu.”

Loading...