Mulai Populer, Monero ‘Tercemar’ Kehadiran Malware yang Menyusup Lewat Iklan-Iklan Berbahaya

Monero - kryptomoney.comMonero - kryptomoney.com

Harga bitcoin saat ini sudah semakin tinggi dan sulit dijangkau oleh kalangan luas. Alhasil bermunculan koin alternatif (altcoin) baru yang dipertimbangkan oleh para penambang , salah satunya seperti Monero (XMR). Seperti halnya bitcoin, monero menawarkan secara anonim dan aman.

Saat ini Monero menempati urutan ke-13 berdasarkan kapitalisasi pasar di antara sederet kripto yang ada. Harga monero diperjualkan hanya sekitar 300 per keping (Rp 3,9 jutaan) dengan pangsa pasar senilai 4,96 miliar. Nilai monero sendiri telah mengalami penurunan sekitar 40% dari harga tertinggi di level 494 pada (7/1) lalu. Namun penurunan tersebut mewakili sentimen pasar yang lebih luas karena ini meliputi aksi jual kripto untuk mengetahui bagaimana posisi koin satu ini di antara rekan-rekan cryptocurrency lainnya.

Lantas mengapa nama monero saat ini mulai muncul ke permukaan? Seperti diketahui, karakter pasar selalu berusaha mencari koin yang murah. Saat pasar sedang melakukan aksi jual seperti beberapa minggu terakhir, semua koin mungkin terlihat murah namun bisa sangat menyesatkan. Jika dibandingkan dengan beberapa kripto lainnya pada minggu terakhir Desember 2017 sebelum jatuh lagi ke pertengahan Januari 2018, gerak XMR tampak jauh lebih .

Monero bergerak di balik layar dengan sejumlah kunci, perkembangan fundamental yang baru-baru ini berperan dalam mempertahankan sentimen untuk dirinya sendiri. Mungkin yang paling menonjol adalah pengumuman sebuah proyek point of sale (POS) yang disebut Kasisto, yang bisa digunakan untuk menyelesaikan transaksi Monero dunia nyata hanya dalam hitungan detik. Hal tersebut merupakan langkah maju untuk monero dan termasuk upaya untuk menjembatani kesenjangan dunia maya dan dunia yang sebenarnya.

Sayangnya belum lama ini muncul kampanye mining Monero baru yang telah menginfeksi lebih dari 15 juta pengguna di seluruh dunia. Kampanye tersebut melibatkan hacker yang memanfaatkan penambang XMRig Monero dan telah menginfeksi Afrika, Tenggara, yang paling buruk adalah Amerika Selatan.

Serangan tersebut ditemukan periset dari Palto Alto Network yang menyatakan bahwa malware tersebut telah aktif selama 4 bulan. Menurut para periset, sang peretas membuat beberapa update mengenai malware cryptocurrency mining dan menipu anggota situs mengklik iklan-iklan berbahaya.

“Dengan pertumbuhan dan popularitas mata uang digital yang signifikan, kita harus siap dengan pertumbuhan serangan terus-menerus yang menargetkan wallet dan/atau memasang malware untuk menambang koin,” kata Ilia Kolochenko, CEO keamanan web, High-Tech Bridge, seperti dilansir Softwaretestingnews. Oleh sebab itu para miner diimbau lebih waspada saat hendak menambang koin mereka, termasuk monero.

Loading...