Mulai Diterapkan, Ini Kelebihan Jaringan Internet 5G

Jaringan Internet 5G - www.dw.comJaringan Internet 5G - www.dw.com

JERMAN – generasi kelima atau 5G sudah mulai diuji coba di banyak maju, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara, di , 5G nantinya diklaim bakal mampu menampung ledakan pengguna internet. Dibandingkan generasi 4G yang saat ini masih digunakan, jaringan 5G dikatakan menawarkan akses yang lebih cepat berkali-kali lipat.

Seperti dikutip dari DW, secara singkat, jaringan 5G adalah jaringan internet seluler yang diklaim 100 kali lebih cepat daripada model 4G, dengan data mendekati real-time. Jaringan 5G akan datang dengan dua keunggulan utama, yaitu kecepatan unduh hingga 10 Gigabit per detik dan penundaan data, dikenal sebagai latensi, yang hanya akan berlangsung milidetik.

Masih menurut sumber yang sama, keuntungan jaringan 5G bagi pengguna hingga sekarang memang masih belum dapat dirasakan secara optimal. Menurut rencana, di Olimpiade Musim Dingin 2018 yang berlangsung di Korea Selatan, pengunjung dapat mulai mencoba perangkat 5G dan menikmati video 360-derajat atlet yang berkompetisi dalam perlombaan.

Sementara, untuk sektor industri, selain operator ponsel yang berharap dapat mengubah internet berkecepatan tinggi ini menjadi keuntungan, pembuat mobil dan juga mencoba untuk menerima dari 5G. Bagi para pembuat mobil, tujuannya adalah kendaraan otonom cerdas yang dapat berkomunikasi secara langsung untuk saling memperbarui kondisi kemacetan lalu lintas dan jalan-jalan.

“Pada Maret 2019, Korea Selatan kemungkinan akan menjadi negara pertama yang menggunakan teknologi 5G secara luas daripada hanya sekadar pengujian. Tiga operator telepon utama bekerja sama untuk meluncurkan layanan 5G di sana,” tulis DW. “Sementara, United States Federal Communications Commission (FCC) mulai menjual frekuensi 5G pada bulan November ini. Negara lain yang turut dalam perlombaan adalah China dan Jepang.”

Di Benua Eropa, Jerman tampaknya harus menerima kenyataan tertinggal dalam hal penggunaan jaringan 5G. Pasalnya, pada awal 2018, mobile LTE hanya tersedia di 65 persen wilayah negara. Itu menempatkan Jerman di daftar terbawah, di bawah Albania dan hanya sedikit di atas Kolombia. Banyak daerah pedesaan di Jerman masih mengandalkan jaringan 3G atau bahkan 2G. Karenanya, badan-badan konsumen dan industri menuntut cakupan 5G secara penuh.

Loading...