Mudah Dibudidayakan, Berapa Biaya Produksi Tomat per Hektar?

Biaya, produksi, tomat, buah, cabai, tanaman, petani, sukses, per, hektar, keuntungan, ton, hasil, penjualan, pohon, hektare, budidaya, inspiratif, syarat, kondisi, tanah, curah hujan, suhu, sinar, matahari, benih, hibrida, pemupukan, penyemprotan, virus, penyakit, di, pasaran,Ilustrasi: tomat segar dijual di pasar

di Kabupaten Karo kini mencapai Rp1.500 – Rp1.800 di tingkat petani dan Rp3.000 – Rp4.000 per kilogram di . Sentra tomat dan cabai Kabupaten Karo berada di Kecamatan Dolat Rayat, Berastagi, Merdeka, Simpangempat, Merek, Barusjahe, Kabanjahe, dan Tigapanah.

Licinius, petani champion di Kabupaten Karo, yang beralamat di Desa Bukit Kecamatan Dolat Rayat mengatakan, umumnya tomat itu tumpangsari dengan cabai keriting atau jeruk. “Jadi karena tomat tumpangsari dengan lain, tidak terpengaruh harga, karena bisa mengandalkan hasil tani lainnya,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba terjun ke dunia pertanian, Anda bisa mulai membudidayakan tomat. tomat menjadi inspirasi petani yang ingin memulai usaha di bidang pertanian dengan untung berlipat. Terlebih lagi, buah tomat mudah sekali untuk dibudidayakan. Maka tak heran jika petani tomat sukses yang meraup keuntungan besar. Hanya saja, dalam melakukan tomat, banyak petani inspiratif yang menyarankan kepada petani pemula untuk memahami syarat tumbuh tomat terlebih dahulu.

Adapun syarat tumbuh tanaman tomat ini meliputi kondisi tanah, curah hujan, dan suhu. Lahan yang akan ditanami tomat harus memiliki drainase dan aerasi yang baik. Sementara untuk suhunya, suhu terbaik untuk menanam tomat ialah 23 derajat celsius di siang hari dan 17 derajat celsius di malam hari. Tanaman tomat ini membutuhkan sinar matahari penuh di sepanjang hari dan tidak menyukai curah hujan terlampau tinggi. Perhatikan juga tingkat keasaman tanah. Tomat sangat suka pada tingkat keasaman 5-6.

Petani asal Desa Sukaratu, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang bernama Asep Anwar, sukses memanen tomat dalam yang berlimpah sesudah menggunakan hibrida. Penggunaan tomat hibrida ini dikarenakan permintaan pasar yang sebagian besar lebih memilih tomat lebih besar dengan warna merah segar. Selain itu, tomat hibrida tersebut juga lebih tahan terhadap serangan virus serta penyakit tanaman lainnya. Terlebih lagi, hibrida ini mudah sekali didapat.

Asep menanam tomat di atas lahan seluas 2 hektare. Pada luas lahan tersebut, Asep membutuhkan sekitar 1,5 kg-2 kg benih tomat. Dalam melakukan budidaya tomat, Asep Anwar melakukan masa tanam selama 2 bulan. Sebelum tiba masa panen, tomat harus dijaga setiap hari untuk dilakukan pemupukan dan penyemprotan. Hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja, Asep Anwar sudah bisa memetik tomat sebanyak 12-13 kali dengan satu pohonnya dapat menghasilkan 4 kg tomat.

Dilansir dari laman Media Tani, hasil dari budidaya tomat Asep ini dapat mencapai 30-40 ton tomat per hektar. Dengan produksi tomat sebesar Rp10 juta per hektar akan didapat keuntungan sekitar Rp30 juta. Dalam 1 hektar akan didapat 30-40 ton tomat dengan harga Rp1.000 – Rp1.500/kg. Hasil penjualan sesudah dikurangi produksinya sebesar Rp10 juta, maka akan didapat keuntungan Rp20 juta. Keuntungan yang didapat ini dipengaruhi oleh harga tomat di pasaran.

Loading...