Omset Produk Bajakan di Nairobi Mencapai USD 461 Milyar

Ball bearing palsu merk SKFBall bearing palsu merk SKF

Belum lama ini petugas Kenya menemukan sebuah yang memproduksi barang-barang palsu seperti tas, jam tangan, kacamata hitam, hingga bantalan bola atau ball bearing. Enam bulan yang lalu, banyak palsu SKF AB, bearing asal Swedia yang ada di toko tersebut. Selain SKF, ada pula FAG dan Timken Co palsu.

Dari penggerebekan tersebut ditemukan $ 100.000 bantalan palsu untuk dan kendaraan lainnya. “Saat itu sekitar 3 ton yang haru diperiksa, diangkat, dikemas, dan dibawa,” kata Tina Aastroem, kepala perlindungan untuk SKF AB.

Segala macam dari semir sepatu hingga obat dan suku cadang mobil telah dibajak. Skalanya diperkirakan berkisar antara $ 461 miliar, 2,5% dari global hingga $ 1,8 triliun menurut perhitungan tahun lalu oleh International Chamber of Commerce. Pemalsuan untuk bearing semacam ini bisa berbahaya dan menimbulkan kerugian.

“Banyak orang percaya pembajakan terbatas pada tas dan produk sejenis lainnya, tetapi masalah yang lebih serius terjadi pada perusahaan ,” ujar Ann-Charlotte Soederlund, wakil pendiri Global Anti-Counterfeiting Network. “Dampaknya bisa sangat besar dari konsekuensi sebuah tas palsu.”

Bearing dari SKF, produsen bola baja nomor satu di dunia telah banyak digunakan untuk mesin pencuci piring hingga pembangkit tenaga nuklir agar membuat tiap komponen dapat berputar lebih bebas dan mengurangi gesekan. Pemalsuan produknya biasanya berasal dari dan seringkali dari pabrik di mana pesaing yang sah memproduksi barang mereka.

Dari China, bantalan dikirim ke seluruh dunia untuk pelanggan yang sering percaya bahwa mereka membeli komponen asli, terutama di distributor seperti yang ada di Nairobi. Saat ada razia di Nairobi, ditemukan sekitar 95% dari bearing SKF adalah palsu. Pemilik toko yang menjual produk SKF palsu akhirnya diharuskan membayar denda dan seluruh bantalan palsu di tokonya dimusnahkan.

Loading...