MoodMusic, Terobosan Baru dalam Era Kebangkitan RBT

Jakarta – Operator XL Axiata memperkenalkan platform baru dalam layanan penyedia ringtone di penghujung awal ini. Adalah MoodMusic, versi layanan RBT yang diklaim sebagai sebuah terobosan dalam dunia penjualan RBT oleh penyedia jaringan seluler terbesar di , Axiata Group.

Dilansir dari NikkeiAsia (13/1), Sales General Manager XL Riza Rachmadsyah mengatakan bahwa pelayanan XL kini kembali ke dasar karena penggunaan ringtone nyatanya tetap populer di kalangan pelanggan XL.

“Ini era digital. Mengapa ( ini) masih (menjual) ringtones? Karena ketika kami melihat data, layanan inilah yang paling fleksibel. Ini (RBT) masih menarik bagi pelanggan kami,” ujarnya di tengah acara peluncuran MoodMusic.

Ringtone menyumbang sekitar 30-40% dari nilai tambah perseroan. Dengan jumlah pelanggan XL RBT sebanyak 2,5 juta, telah meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 5% dalam 9 bulan pertama di tahun . Selain itu, XL juga tak menampik bahwa pendapatan terbesarnya masih bersumber dari layanan teks, telepon, dan data.

Mohammed A. Ali, kepala kantor manajemen pendapatan XL, mengatakan bahwa MoodMusic memiliki target yang tidak dispesifikkan. Kecenderungan konsumen yang gemar mengekspresikan suasana hati mereka akan difasilitasi dengan baik oleh MoodMusic. Berbeda dengan layanan RBT konvensional yang hanya memungkinkan pelanggan untuk memiliki 1 nada dering saja, MoodMusic memperbolehkan pelanggan untuk memilih hingga 11 nada dering dengan berbagai tema perasaan, seperti ‘senang’, ‘sedih’, ‘romantis’, dan ‘bersemangat’. Pelanggan juga dapat memilih hendak berlangganan secara mingguan atau bulanan.

Sebelumnya, jumlah pengguna XL di Indonesia merosot tajam pada bulan September 2015 lalu, dari semula 58,3 juta menjadi 41,5 juta pelanggan. Hal ini membuat XL menempati peringkat ke-3 sebagai operator seluler dengan jumlah pengguna terbanyak, setelah Telkomsel dan Oreedo. MoodMusic yang dicanangkan sebagai terobosan ini diharapkan bisa mendongkrak kembali jumlah pelanggan XL.

XL Axiata diketahui naik 6% menjadi Rp 3.600 pada hari Selasa lalu (12/1), mengalahkan Indeks Komposit patokan Indonesia di BEJ yang hanya naik 1%. Kenaikan XL ini menjadi pelipur lara XL pasca akuisisi Axis di April 2014 lalu yang menyisakan hutang dan anjloknya nilai tukar .

Loading...