Momentum Penguatan Mulai Jenuh, Rupiah Melemah 11 Poin di Pembukaan

Usai perkasa dalam beberapa hari terakhir, rupiah diramal berbalik terjungkal pada akhir pekan ini (10/6). Momentum penguatan yang mulai jenuh serta mentah dunia yang kembali terkoreksi bakal menjadi sandungan bagi pergerakan mata uang Garuda.

Menurut Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka tipis 11 poin atau 0,08% di level Rp13.298 per AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.302 per AS pada pukul 08.13 WIB. Sementara itu, indeks AS terpantau menguat 0,156 poin atau 0,17% ke 94,109 pada pukul 06.54 WIB.

“Momentum penguatan rupiah yang mulai jenuh serta indeks dolar AS yang menguat bisa melemahkan mata uang Garuda,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, optimisme rencana peluncuran tax amnesty masih akan menjaga kekuatan rupiah setidaknya hingga pekan depan.”

Dolar AS memang bergerak menguat tipis sejalan dengan harga minyak dunia yang melemah. Di sisi lain, imbal hasil obligasi global terkoreksi setelah (Bank Sentral Eropa) merilis program pembelian obligasi korporasi sebagai alat pencipta likuiditas. “Imbal hasil US Treasury juga tertekan di tengah turunnya peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” sambung Rangga.

Pada perdagangan Kamis (9/6) kemarin, rupiah juga harus ditutup melemah 18 poin atau 0,14% ke Rp13.287 per dolar AS. Rupiah berbalik arah menjelang penutupan meski sempat dibuka menguat pada perdagangan pagi.

Loading...