Momen Ramadhan, Banyak Orang Raup Keuntungan Menjanjikan dari Bisnis Rumahan

Bisnis Rumahan Momen Ramadhan - www.money.idBisnis Rumahan Momen Ramadhan - www.money.id

Diakui atau tidak, pada saat memasuki bulan puasa Ramadhan, sebagian Indonesia justru lebih konsumtif dari biasanya. Hal inilah yang mendorong beberapa orang yang memiliki jiwa untuk menjalankan usaha rumahan kecil-kecilan saat Ramadan untuk meraup keuntungan dari momen ini.

Ada banyak peluang bisnis rumahan saat Ramadhan yang bisa dicoba mulai dari jualan hingga pakaian. Jika termasuk orang yang memiliki kemampuan di bidang masak-memasak, tak ada salahnya unjuk kebolehan dan menjual untuk takjil saat menjelang berbuka puasa. Di beberapa daerah biasanya ada Ramadan yang memang dikhususkan bagi sekitar untuk menjual makanan atau minuman takjil.

Usaha berjualan makanan atau minuman takjil ini memang sifatnya hanya musiman saja. Namun laba yang mungkin didapatkan tidak bisa dianggap remeh. Referensi makanan atau minuman yang laris di bulan puasa ini sangat variatif. Simak saja seperti es kepal Milo yang belakangan sedang hits, berjualan makanan siap saji yang sudah dikemas dalam plastik atau styrofoam, jajan cilok, hingga berjualan kolak atau cincau pun bisa dijadikan .

Selain berjualan makanan dan minuman takjil, bisa juga mencoba bisnis berjualan busana muslim atau perlengkapan salat. Namun ingat, jangan hanya menyasar pakaian atau perlengkapan salat untuk dewasa saja, sasar pula konsumen dari usia anak-anak atau balita. Sebab biasanya para orang tua justru lebih senang membelanjakan baju baru untuk putra-putrinya dibandingkan dirinya sendiri.

Dan yang terakhir usaha yang bisa dibilang keuntungannya paling mengalir deras selama Ramadan tentu saja adalah berjualan kue kering. Pasalnya masyarakat Indonesia sering membeli kue kering sejak jauh-jauh hari sebelum memasuki Ramadan.

Salah satu kue kering rumahan di Kotamobagu bernama Zarima misalnya, mengaku kebanjiran orderan sejak awal bulan Ramadan. Zarima menjelaskan, biasanya untuk kue kering para langganan yang menanggung bahan. Sedangkan kue disesuaikan dengan selera dari pemesan. “Untuk per kilogram, biasanya Rp 150.000. Setiap per kilogram dapat tiga kue kering,” katanya, seperti dilansir Tribunnews.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Arai mengakui jika sejumlah bisnis rumahan pada bulan Ramadhan ini mengalami lonjakan omzet, terlebih menjelang Idul Fitri. “Sudah bisa diprediksi sejak jauh hari. Moment penuh berkah bagi masyarakat juga memberi keuntungan. Banyak bisnis rumahan yang kebanjiran omzet. Termasuk penjualan baju muslimah serta penjual takjil dan kue saat berbuka puasa,” katanya.

Loading...