Modus Penipuan di Online Marketplace, Mulai Pasang Iklan Palsu hingga Curi Akun Pengguna

Saat ini, tren secara online di memang semakin meningkat. Namun sayangnya, tren ini kemudian dimanfaatkan oleh para penipu untuk mencari mangsa di situs-situs belanja online, toko online, hingga forum jual beli online.

Salah satu situs jual beli yang menjadi lahan penipuan online adalah Tokopedia. Baru-baru ini, salah seorang konsumen yang telah membeli handset BlackBerry terbaru di Tokopedia tertipu karena barang tidak sampai di tangan meski sudah dibayar. Untungnya, para pelaku yang berjumlah lima orang tersebut sudah berhasil ditangkap jajaran Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Menurut Reskirmsus Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono, para pelaku ini memanfaatkan situs jual beli ternama seolah-olah menjual barang padahal barang yang bersangkutan tidak ada. “Selain itu, mereka juga membuka undian berhadiah namun hadiahnya tidak ada. Inilah modus penipuan online yang mereka lakukan,” katanya.

“Mereka membuat akun palsu di situs jual beli online,” sambung Mujiono. “Kemudian, di situs tersebut, para pelaku memasang iklan seolah-olah menjual barang elektronik, , jam tangan, batu akik, , hingga .”

Setelah terjadi kesepakatan , tambah Mujiono, para pelaku kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang guna pembelian barang tersebut. “Setelah uang ditransfer, barang ternyata tidak kunjung dikirim karena barang tersebut memang tidak ada,” lanjutnya.

Di sisi lain, pihak Tokopedia sendiri mengatakan bahwa tindak penipuan yang dialami beberapa pengguna beberapa waktu lalu sebenarnya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, pembeli melakukan di luar sistem Tokopedia dan juga terjebak modus penipuan online, yaitu Phishing (membuat situs palsu yang menyerupai situs resmi).

“Saat masuk ke situs palsu tersebut, pengguna diminta memasukkan email dan kata sandi, seakan-akan seperti pengguna login di situs resmi,” tulis Tokopedia. “Kemudian, mereka akan mencuri email dan kata sandi tersebut, lalu menyalahgunakan akses akun itu untuk kepentingan pribadi.”

Loading...