Minim Sentimen Positif, Rupiah Dibuka Melemah 19 Poin

Jakarta dibuka sebesar 0,14 persen atau 19 poin ke Rp 13.370 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (3/2). Kemarin, Kamis (2/2) berakhir menguat 17 poin atau 0,13 persen ke level Rp 13.351 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.347 hingga Rp 13.386 per AS.

Indeks menguat pasca diumumkannya keputusan The Fed yang mempertahankan arah kebijakan moneternya dan tak mengubah acuan. “(Putusan Fed) sudah diduga. Kalau (putusan) sama dengan konsensus, market biasa saja,” ungkap Analis Waterfront Securities Indonesia, Octavianus Marbun.

Pada perdagangan Jumat (3/2) ini Research and Analyst Garuda Berjangka, Sri Wahyudi memprediksi bahwa rupiah berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya karena tekanan terhadap rupiah cukup besar dan dari dalam negeri sendiri masih minim sentimen . “Terlebih, penyerapan sektor AS Januari 2017 diperkirakan membaik,” kata Wahyudi.

Indeks dolar AS menguat berkat ISM manufacturing AS yang dilaporkan meningkat kemarin malam. Saat ini pasar tengah menanti dirilisnya data sektor non pertanian AS nanti malam.

“Tekanan pelemahan rupiah bisa kembali, terangkat oleh sentimen kenaikan dan kembalinya penguatan dollar index,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...