Minim Sentimen Domestik, Rupiah Tergelincir 2 Poin di Akhir Perdagangan

Rupiah harus tergelincir di akhir sesi perdagangan Selasa (19/7) ini meski sepanjang hari bergerak di zona hijau. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, rupiah menutup perdagangan dengan pelemahan tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.089 per AS.

Sebenarnya, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka tipis 2 poin atau 0,02% di posisi Rp13.085 per dolar AS. Sempat berbalik 1 poin atau 0,01% ke Rp13.088 pada siang hari, Garuda kembali bangkit 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.082 pada pukul 15.43 WIB atau jelang penutupan. Namun, rupiah tidak mampu mempertahankan tren positif sehingga ditutup .

Pelemahan tipis rupiah juga dilaporkan Yahoo Finance. Pada pukul 16.06 WIB, mata uang Garuda terpantau terdepresiasi 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.088 per dolar AS.

Sebelumnya, Research dan Analyst PT , Putu Agus Pransuamitra, menilai bahwa mata uang Garuda memang rentan terkoreksi karena bergerak sideways dalam beberapa hari terakhir. “Data ekonomi seperti rapat Dewan Gubernur Bank pada Kamis (21/7) lusa tidak akan berpengaruh signifikan,” kata Putu.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengemukakan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS memang terhambat karena katalis dari penerapan dan realisasi yang masih minim. “Ini membuat gerak rupiah bergantung pada keadaan global, terutama keputusan Bank of England yang tetap mempertahankan tingkat suku bunga,” katanya.

“Penguatan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga ditopang oleh adanya pelemahan indeks dolar AS itu sendiri,” sambung Reza. “Ini membuat mata uang Garuda belum mampu bergerak keluar dari area konsolidasinya.”

Loading...