Minim Dukungan, Rupiah Masih Mampu Ditutup Menguat 12 Poin

Setelah bergerak cenderung sideways sepanjang hari karena minim dukungan, rupiah ternyata masih mampu menutup awal pekan (10/10) ini dengan penguatan. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup di zona dengan menguat 12 poin atau 0,09% ke posisi Rp12.977 per AS.

Rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan penguatan 9 poin atau 0,07% ke level Rp12.980 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 34 poin atau 0,26% ke posisi Rp12.955 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.31 WIB, tenaga rupiah mulai berkurang namun masih bertahan di zona hijau dengan tipis 1 poin atau 0,01% ke Rp12.988 per dolar AS.

Dikatakan Kepala Riset NH Securities Indonesia, , rupiah memang cenderung bergerak sideways pada hari ini lantaran sentimen pendukung yang mulai surut. “Pelaku pasar terlihat mulai kehabisan sentimen positif terkait program tax amnesty sehingga menyebabkan laju rupiah cenderung bergerak flat meski mampu kembali menguat tipis,” kata Reza.

Sementara itu, menurut Research and Analyst Monex Investindo Futures, Yulia Safrina, penguatan rupiah pada sesi hari ini salah satunya disebabkan AS yang tidak terlalu positif. Jumlah data pekerjaan baru di AS pada September hanya mencapai 156.000 dari kenaikan sebesar 167.000 pada Agustus. “Data tenaga kerja AS yang tidak terlalu baik menjadi katalis bagi laju mata uang ,” kata Yulia.

Selain rupiah, kurs beberapa mata uang juga terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS hingga Senin siang tadi. Penguatan paling tajam dialami won Korea Selatan yang melonjak 0,43%. Sementara, ringgit Malaysia menyusul dengan terkatrol 0,26%.

Loading...