Minim Dukungan Positif, Rupiah Terbenam di Zona Merah

harus mengakhiri Rabu (21/6) ini di zona merah karena minimnya sentimen positif jelang libur panjang Lebaran meski indeks dolar AS kembali bergerak lesu. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus mengakhiri transaksi tengah pekan dengan pelemahan sebesar 26 poin atau 0,20% ke level Rp13.318 per dolar AS.

Pergerakan lesu rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.308 per dolar AS. Selepas jeda siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.326 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.36 WIB, spot belum bangkit dari zona merah setelah melemah 26 poin atau 0,20% ke posisi Rp13.318 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya kembali mengalami tren pelemahan karena turunnya mentah dunia yang menyeret imbal hasil Paman Sam. Setelah dibuka di level 97,718, dolar AS melemah tipis 0,027 poin atau 0,03% ke posisi 97,773 pada pukul 07.10 WIB. Sebelumnya, ditutup menguat 0,212 poin atau 0,22% ke level 97,760.

Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun turun tajam pada hari Selasa (20/6) waktu setempat, membalikkan sebagian besar penguatan indeks dolar AS ketika The Fed membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga lanjutan. Penurunan ini menyusul pelemahan harga minyak sebesar 2% setelah berita kenaikan pasokan oleh beberapa produsen utama yang menggerogoti upaya OPEC dan produsen lainnya untuk menstabilkan pasar.

“Turunnya harga minyak mentah melemahkan tekanan inflasi dan efeknya menahan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah,” kata ahli strategi valuta asing senior IG Securities, Junichi Ishikawa. “Indikator inflasi AS belum kuat. Sekarang harga minyak turun, dan hal tersebut dapat menambah tekanan terhadap dolar dengan tekanan sentimen terhadap sektor energi Paman Sam.”

Sayangnya, pelemahan indeks dolar AS tidak mampu dimanfaatkan rupiah untuk bergerak menguat karena minimnya sentimen positif yang mendukung mata uang domestik. Pelaku pasar dalam negeri cenderung menahan diri menghadapi sentimen-sentimen di hari-hari terakhir jelang libur panjang Lebaran, meski juga mengambil kesempatan memanfaatkan momentum yang ada.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.301 per dolar AS, mengalami koreksi tipis 4 poin atau 0,03% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.297 per dolar AS. Di saat yang berbarengan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,69% dan peso Filipina sebesar 0,36%.

Loading...