Minim Data Domestik, Rupiah Ditutup Terkulai 18 Poin

Diprediksi melanjutkan penguatan, rupiah justru terkulai pada perdagangan awal pekan ini. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, hari ini (25/1) rupiah ditutup di Rp13.863 per dolar AS. Garuda 18 poin atau 0,13 persen dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp13.845 per dolar AS.

Pada pembukaan pagi, rupiah langsung anjlok 16 poin atau 0,12 persen ke level Rp13.861 per dolar AS. Lalu, rupiah bergerak fluktuatif di Rp13.884 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.829 per dolar AS (terkuat) sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara diberitakan pukul 16.01 WIB, awal pekan ini rupiah melemah ke Rp13.870 per dolar AS. Mata uang Garuda terdepresiasi 60 poin atau 0,43 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.810 per dolar AS.

Padahal sebelumnya, rupiah sempat perkasa selama dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Jumat (22/1) lalu, rupiah bahkan menguat 62 poin atau 0,45 persen ke Rp13.845 per dolar AS.

Namun, seperti diutarakan Research and Analyst Divisi Tresuri Bank , Trian Fathria, rupiah hari ini memang berpeluang melemah. Menurutnya, pelemahan rupiah disebabkan minimnya data domestik. “Selain itu, data existing home sales AS Desember 2015 naik ke 5,46 juta dari 4,76 juta sehingga dolar AS akan lebih berotot,” ujarnya.

Di sisi lain, secara keseluruhan, Bank Indonesia (BI) optimistis depresiasi rupiah pada tahun ini tidak akan setajam tahun lalu. Hal ini seiring membaiknya ekonomi domestik dan meredanya tekanan ekonomi eksternal. “Pemerintah dan BI relatif mampu meredam tekanan eksternal, terutama yang berasal dari kenaikan suku bunga acuan (The Fed),” jelas Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo.

“Prospek ekonomi sejak kuartal pertama cukup baik, eksternal juga akan lebih positif,” sambungnya. “Jadi, cenderung stabil pada semester pertama dan akan berpotensi menguat pada paruh kedua.”

Namun, Perry enggan menyebutkan proyeksi spesifik mengenai penguatan rupiah di semester kedua 2016. “Faktor domestik, dari sisi , neraca transaksi berjalan, dan pertumbuhan akan baik, kalau kita lihat prospeknya sejak awal tahun ini,” pungkas Perry.

Loading...