Miliki Rumah Impian dengan Harga Murah, Ini Biaya Akad KPR Subsidi

Rumah Impian - dreamhousepainting.comRumah Impian - dreamhousepainting.com

Membeli dengan atau KPR ( Pemilikan Rumah) sudah menjadi tren sejak beberapa tahun belakangan, terutama di kalangan generasi milenial. Pasalnya saat ini sudah ada sejumlah yang menawarkan KPR subsidi dengan dan cicilan relatif terjangkau. Lewat KPR bersubsidi, bisa mendapatkan rumah impiannya dengan mulai Rp 141 juta saja di Jabodetabek.

Akan tetapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan KPR subsidi. Misalnya saja dalam KPR BTN Subsidi, penghasilan calon pembeli tak boleh lebih dari Rp 4 juta per bulan, dibuktikan dengan slip gaji bulanan bagi karyawan. Sedangkan calon pembeli yang berprofesi sebagai wiraswasta atau pengusaha kecil harus menunjukkan tabungan selama 3-6 bulan terakhir.

“Jadi kalau dia itu pegawai harus menunjukkan slip gajinya, tapi kalau wiraswasta ya harus ada rekening tabungan paling enggak tiga bulan terakhir,” kata Dodi, tenaga penjual di Jakarta, Sabtu (2/2/2019), seperti dilansir Kompas.

Selanjutnya, calon pembeli membayar uang muka sebesar Rp 7,5 juta, dengan angsuran per bulan sekitar Rp 893 ribu, berlaku selama 20 tahun dengan suku bunga 5%. Syarat selanjutnya, pembeli belum pernah memperoleh KPR sebelumnya. Selain itu, rumah yang dibeli adalah aset pertama atau first time home buyer.

Director Strategic, Compliance and Risk BTN Mahelan Prabantarikso menambahkan, untuk rumah subsidi BTN menyediakan uang muka mulai 1%, subsidi bantuan uang muka Rp 4 juta, dan jangka waktu kredit selama 20 tahun, dengan suku bunga 5% fixed rate selama masa kredit. “Selain itu, ada pula program yang bernama KPR Gaeess untuk generasi milenial yang memberi keringanan dalam uang muka dan cicilan,” paparnya.

Dalam pengajuan KPR subsidi, ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan, antara lain biaya notaris, APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan), penilaian/appraisal, administrasi (Rp 250 ribu untuk BTN), biaya proses, provisi bank, angsuran pertama, premi asuransi kebakaran, dan premi asuransi jiwa. Biaya-biaya tersebut biasanya diharuskan untuk lunas sebelum akad kredit. Saat akad KPR, calon pembeli biasanya juga ada yang masih ditarik biaya lagi sekitar Rp 1 juta. Besaran biaya akad KPR subsidi bisa berbeda-beda antara satu bank dengan yang lain.

Loading...