Miliki Rumah Idaman dengan Harga Murah Lewat Lelang Properti Bank

Tidak semua orang mampu membeli secara tunai atau cash. Oleh sebab itu berbagai pemilikan rumah (KPR) yang ditawarkan saat ini cukup diminati oleh masyarakat. Selain melalui KPR, sebenarnya ada cara lain yang dapat dicoba untuk memiliki rumah dengan harga miring, yakni dengan membeli rumah hasil lelang .

Sebagai , rumah yang dilelang oleh bank merupakan rumah milik debitur bank karena nasabah tak sanggup melunasi cicilan kredit atau pinjaman ke bank yang bersangkutan. Jika nasabah gagal melunasi pembayaran, maka pihak bank akan mengambilalih rumah itu untuk dilelang dan melunasi cicilan yang tertunggak.

Lantaran rumah yang dikreditkan kepada nasabah tersebut biasanya telah lunas DP-nya dan dibayarkan cicilan selama beberapa tahun, maka harga rumah itu pun akan dilelang dengan harga yang relatif lebih murah. Bank memutuskan melelang properti sitaan itu karena pihak bank butuh dana segar supaya tidak terjadi kredit macet.

Selain rumah, banyak juga tanah yang dilelang oleh bank. Namun karena rendahnya informasi terkait lelang properti bank ini, tak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Di Samarinda, beberapa bulan lalu lelang tanah dan rumah cukup sepi peminat, dalam satu bulan hanya terdapat satu .

“Hanya ada satu lelang yang laku. Yaitu, sebuah lahan kosong milik perorangan,” kata pejabat Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Samarinda. Menurutnya, dalam seminggu ada sekitar 1-3 kali pelelangan properti bank. Dari tiap bank rata-rata meminta 4 unit lelang, baik tanah ataupun properti.

“Lama lelang bergantung permohonan bank yang melalui kesepakatan pemilik aset,” katanya. “Saat ini lelang menggunakan cara penawaran closed bidding. Yakni, hanya melalui e-mail, yang bisa diperoleh informasi tersebut melalui website kami (www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id),” imbuhnya.

Menurut pengamatannya, dari tahun lalu peminat lelang properti bank memang mulai sepi. Selain rendahnya informasi, hal ini juga diakibatkan oleh perlambatan ekonomi yang membuat daya beli masyarakat menjadi menurun.

Loading...