Miliki Program Boarding & Full Day, Biaya Masuk Kafila International Islamic School Mulai Rp 40 Jutaan

Siswa Kafila International Islamic School (youtube: Kafila Mumtaz)Siswa Kafila International Islamic School (youtube: Kafila Mumtaz)

Di daerah Timur, ada sebuah bernama Kafila International Islamic School (KIIS). Dalam situs resminya, Kafila merupakan pesantren modern dengan manhaj ahlussunnah wal jamaah yang memadukan kurikulum umum dan diniyah, serta tahfidz Quran.

Kafila International School memiliki dua , yaitu reguler boarding school dan reguler full day school. Untuk boarding, baik MA atau MTs, berdasarkan situs resminya, dalam persyaratannya yang diterima adalah santri laki-laki. Sementara, full day menerima laki-laki atau perempuan.

Sementara itu, masuk ke Kafila International Islamic School dibagi menjadi uang gedung, SPP, uang buku, iuran awal tahun, serta daftar ulang per tahun. Nominal uang gedung semakin besar seiring dengan gelombang penerimaan. Gelombang IV lebih mahal biayanya daripada Gelombang I. Hal ini berlaku baik untuk reguler boarding atau full day.

Besar biaya masuk untuk full day mulai dari Rp 30.000.000 (gelombang I). Biaya itu belum ditambah dengan SPP Rp 1.700.000 + uang buku & kegiatan awal tahun Rp 5.950.000, dan daftar ulang per tahun Rp 3.000.000. Jika dijumlah sekitar Rp 40 jutaan khusus gelombang I. Untuk gelombang selanjutnya, besarannya akan semakin besar karena uang gedungnya semakin besar juga.

Di tahun 2019, jika ada yang berminat, masih bisa mengikuti penerimaan di gelombang III yang masih buka hingga 30 Maret 2019. Informasi selanjutnya bisa Anda peroleh di situs resmi Kafila International Islamic School.

Pondok pesantren (ponpes) tersebut didukung oleh unit-unit bisnis Yayasan Kafila Thoyiba Jakarta. Yayasan Kafila Thoyiba memiliki visi jauh ke depan dalam membawa Kafila Islamic School. Sehingga nama pesantren diubah menjadi Kafila International Islamic School (KIIS) dari tahun 2008 hingga sekarang.

Santri yang masuk ponpes tersebut berasal dari berbagai daerah, baik dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Sementara, alumninya sudah tersebar di dalam dan luar negeri.

Salah seorang staf kehumasan KIIS, Andy Sulistiyanto mengatakan, ada belasan dari berbagai daerah di Indonesia yang diterima perguruan tinggi negeri dan luar negeri. “Ada 19 yang diterima di sejumlah negeri di Indonesia, di antaranya Institut Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, ada juga di luar negeri seperti Kairo,” katanya.

Selain diterima di perguruan tinggi, mereka yang telah lulus memiliki yang dibanggakan yakni hafal . “Mereka juga hafal 30 juz, karena itu memang target di Madrasah Aliyah Kafila,” ujar Andy.

Sementara itu, menurut Pimpinan AQL yang juga Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Bachtiar Nasir, KIIS merupakan sekolah yang tidak hanya mengedepankan sisi akademik dan mengandalkan otak aja. Namun, juga peduli pada akhlak dan agama, seperti hafalan Quran.

Loading...