Meski sempat Menguat, Rupiah Masih Terjebak di atas kisaran Rp 13.000

IHSG kacauPergerakan terhadap Serikat akhirnya ditutup dengan catatan menguat di posisi Rp 13.017 per . Sebagai informasi, kisaran pergerakan Rupiah berasa pada skala Rp 12.979 hingga Rp 13.037 perDolar Amerika di sesi perdagangan akhir menjelang penutupan hari ini (26/3). Sementara di pihak mencatat tengah Rupiah berada di level Rp 13.003 per . Berdasar data , posis Rupiah sejak dibuka pagi tadi hanya menyentuh level terkuat di titik Rp 12.979 perDolar Amerika, sedangkan posisi terlemahnya mendarat di level Rp 13.038/USD.

Nurul Eti Nurbaeti selaku Head of Research & Analysis dari Bank mengatakan bahwa terdepresiasinya rupiah hari ini lebih disebabkan oleh melonjaknya permintaan akan mata uang Amerika. “Kian dekatnya tenggat akhir bulan cenderung meningkatkan permintaan Amerika dari pihak korporasi yang membutuhkan untuk membayar kewajiban hutang luar negerinya, sehingga secara otomatis menyebabkan Rupiah terdepresiasi,” Ujar Nurul saat diwawancarai terkait posisi Rupiah hari ini.

Membaiknya posisi dan kinerja mata uang Dolar Amerika tak luput dari dukungan data survey ekonomi yang tampak membaik dan membawa arus positif bagi Dolar Amerika Serikat sendiri. Sedang pelemahan Rupiah tampaknya sejalan dengan koreksi lanjutan Indeks Gabungan (IHSG) yang ditutup sebesarĀ 36,69 basis poin atau sebanyak 0,68% ke posisi 5.368,80.

 

 

Loading...