Meski Patok Biaya Relatif Mahal, Surabaya International School Punya Pangsa Pasar Sendiri

Surabaya Intercultural School - en.wikipedia.orgSurabaya Intercultural School - en.wikipedia.org

International School atau yang kini telah mengusung nama Intercultural School (SIS) merupakan salah satu internasional yang cukup ternama di Indonesia. yang didirikan sejak tahun 1971 silam ini berlokasi di Citraland, Sambikerep, , Jawa Timur. Di SIS tersedia jenjang mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. sekolah yang diterapkan di SIS berbeda-beda tergantung jenjangnya.

Sebagai , setiap calon siswa yang ingin daftar masuk SIS dikenai biaya aplikasi sekitar USD 200 (setara Rp 2,6 jutaan) yang harus dibayarkan saat pengumpulan form aplikasi. Kemudian mulai dari Prep 2, setiap siswa yang mendaftar ke SIS untuk pertama kalinya harus membayar biaya pendaftaran satu kali saja sebesar USD 1.500 (setara Rp 20 jutaan). Biaya tersebut harus dibayarkan dalam waktu 14 hari sejak tanggal penerimaan untuk memastikan penerimaan tempat yang ditawarkan. Jika siswa tidak masuk SIS, 50% dari biayanya akan dikembalikan.

Berdasarkan informasi tuition fee untuk tahun 2014-2015 lalu, biaya pendidikan yang dikenakan oleh pihak SIS untuk tingkat SD Prep 1 dan Prep 2 masing-masing sebesar USD 6.006 (Rp 80,5 jutaan), jenjang TK USD 13.976 (Rp 187 jutaan), Kelas 1-5 USD 15.488 (Rp 207 jutaan). Kemudian jenjang SMP/SMA untuk kelas 6-8 biaya sekolahnya ditarik USD 16.622 (Rp 223 jutaan) dan kelas 9-12 USD 17.222 (Rp 231 jutaan). Biaya pendidikan untuk tahun ajaran 2018/2019 ini kemungkinan tidak terpaut terlalu jauh dari beberapa tahun lalu.

Meskipun biaya pendidikan di sekolah-sekolah internasional layaknya SIS, Cikal, Godwins School, Ciputra, dan sebagainya relatif mahal, tetap saja sekolah-sekolah tersebut memiliki peminatnya sendiri. Bahkan berdasarkan ISC Research tahun 2017 lalu Indonesia tercatat menjadi tujuan utama sekolah internasional premium di Asia Tenggara, memimpin dengan jumlah mencapai 192 sekolah.

Menurut Matt Thompson, Event Director, F&E Education, penyelenggara GESS Indonesia, Indonesia merupakan pasar utama bagi operator sekolah internasional dan juga supplier pendidikan karena berkembang sektor pendidikan di Indonesia. “Ini merupakan kemunculan pusat pendidikan baru, dengan jumlah sekolah lokal dan internasional diperkirakan meningkat secara dramatis karena pertumbuhan siswa,” ujar Thompson, seperti dilansir Viva.

Di belakang posisi Indonesia disusul oleh negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan jumlah sekolah internasional terbanyak seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Singapura, Filipina, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam.

Loading...