Meski Harganya Anjlok ke $ 1.174,45, Bitcoin Justru Populer di Afrika Selatan

Penurunan Bitcoin baru-baru ini terjadi hampir bersamaan dengan , yang menguat terhadap AS. Jika sepekan terakhir Bitcoin (BTC) naik ke level tertinggi mendekati rekor di atas 1.230, maka pada Kamis sore Bitcoin pun mendadak . Pada perdagangan Kamis lalu satu bitcoin harganya setara dengan USD 1.174,45 atau sekitar Rp 15,6 juta, turun 3,46% dari penutupan Rabu dan tren masih terus mengalami penurunan.

Menurut Pasar Senior eToro, Mati Greenspan, merosotnya Bitcoin merupakan respons dari dua faktor. “Pertama, mata uang digital lainnya mendapat keuntungan yang signifikan, biasanya sekitar 20-30% dalam sehari. Ini mungkin menguras modal dari Bitcoin karena investor cryptocurrency mencari keuntungan di tempat lain. Kedua, bitcoin mendekati rekor tertinggi yang sering menciptakan resistensi di pasar.”

Meski harga Bitcoin sedang jatuh, di Afrika Selatan keberadaan mata uang digital seperti Bitcoin justru semakin populer. “Popularitas cryptocurrency telah meningkat pesat di Afrika Selatan, dan dengan melemahnya Rand, Bitcoin menjadi pilihan investasi yang baik dengan menawarkan pengembalian antara 6-15% per bulan,” ujar CEO BitMart, Jacques Serfontein.

Lebih lanjut Serfontein mengatakan jika Bitcoin tetap menjadi pilihan paling populer di kalangan masyarakat Afrika Selatan meskipun mata uang digital alternatif seperti Ethereum juga sedang mengalami kenaikan.

“Hardware untuk menambang Ethereum kini menjadi semakin populer berkat kenaikan harganya, namun Bitcoin tetap cryptocurrency paling populer di kalangan penambang,” ujarnya. Dash juga menjadi mata uang digital pesaing yang berada di belakang posisi Ethereum dalam hal popularitas dan kecepatan kenaikan harga.

Loading...