Meski Harga Bensin Naik Turun, Tarif Angkot di Bekasi Relatif Tetap

– Banyak yang sering mengeluh dengan aksi para sopir angkutan umum di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, para sopir kerap menaikkan seenaknya dan sering menurunkan di tengah jalan.

“Saya hampir tiap hari ribut dengan sopir angkot karena tarif yang seenaknya dan kagak jelas. Ketika 2 ribu, ongkos juga 2 ribu, tapi ketika bensin turun, tarif kagak ikut turun dengan berbagai alasan,” ujar Mbah Empi, warga Kampung Babakan, Cibarusah.

Di samping itu sopir juga kerap menurunkan penumpang bukan pada tempat tujuannya, alias di-over. “Sopir angkot juga terutama sopir K-17 jurusan Cikarang-Cibarusah seringkali menurunkan penumpang bukan ditempat tujuan. Bupati harus menindak tegas hal itu tanpa kompromi karena merugikan kecil seperti saya,” katanya.

Saat bensin turun, para sopir angkot memang enggan menurunkan tarif karena akan memberi dampak sosial untuk kalangan pengemudi angkot maupun penumpang. Misalnya saja kesulitan sopir untuk memberikan uang kembalian pada penumpang.

Tarif angkot dari sejumlah 3.200 armada angkutan umum dengan 37 trayek di Bekasi rata-rata mematok tarif sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per satu orang penumpang. Hingga kini masih belum ada penurunan atau kenaikan tarif angkot di seluruh trayek yang ada di Bekasi, demikian pula untuk antar kota dalam provinsi.

“Belum turun, saya naik dari Pondok Gede ke masih Rp 10.000, dan dari ke perum satu juga masih Rp 5.000,” ujar Muslihati, salah satu penumpang di Induk Bekasi.

Loading...