Meski Dikenai Biaya Rp 600 Ribu, Banyak Orang Lebih Suka Nikah di Luar KUA

Nikah di Luar KUA - www.akadnikah.infoNikah di Luar KUA - www.akadnikah.info

Banyak orang menunda rencana untuk menikah karena beranggapan bahwa menikah itu sangat . Padahal tidak selalu demikian. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah jika calon pengantin berencana untuk nikah di luar KUA dengan mengadakan pesta atau resepsi besar-besaran di gedung atau hotel berbintang. Tetapi jika ingin hemat, sebenarnya ada cara lain untuk meminimalisir biaya, yakni dengan menikah di KUA ( Urusan Agama).

Aturan soal biaya nikah dan rujuk yang dilakukan di dalam atau luar Kantor Urusan Agama (KUA) bahkan telah diatur secara resmi oleh pihak Agama (Kemenag). Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Agama Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas Biaya Nikah dan Rujuk di Luar KUA Kecamatan yang ditandatangani Agama Lukman Hakim Syaifuddin pada 13 Agustus 2014 lalu.

“Pada prinsipnya, menikah itu gratis. Namun, pencatatan nikah di luar KUA akan dikenai pungutan biaya Rp 600.000,” kata Lukman di Jakarta, seperti dilansir Kompas. Lebih lanjut Lukman menjelaskan, biaya nikah dan rujuk di luar KUA sebesar Rp 600 ribu tersebut dipakai untuk biaya transportasi dan yang dikeluarkan oleh penghulu untuk menikahkan calon pengantin. Besaran biaya tersebut berlaku sama di seluruh Indonesia.

Tetapi perlu diingat, biaya nikah dan rujuk tersebut tak langsung diberikan pada penghulu, tetapi disetorkan ke KUA kecamatan. Nantinya dari KUA akan disetorkan ke pihak Kemenag untuk dicatat sebagai PNBP.

Sebelum menikah, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak calon mempelai pria maupun wanita. Syarat tersebut antara lain mulai dari surat keterangan untuk nikah dan asal-usul, surat persetujuan mempelai, keterangan tentang orang tua, pemberitahuan kehendak nikah, bukti imunisasi TT, membayar biaya pencatatan nikah Rp 30 ribu, surat izin pengadilan jika tidak ada izin dari orang tua/wali, hingga pas foto.

Meskipun sudah ada yang gratis, sebagian justru lebih senang untuk menikah di luar KUA dengan mengundang penghulu ke rumah atau ijab kabul. Seperti di Trenggalek misalnya, selama periode Januari-Agustus 2018 terdapat 1.507 pernikahan yang dilakukan di luar KUA, sedangkan pernikahan di kantor KUA (hanya pada jam kerja) sebanyak 930 kali.

Loading...