Meski Dianggap Sepele, Bisnis Es Mambo Raup Banyak Keuntungan

Es Mambo - kuepraktis.yaho-mart.comEs Mambo - kuepraktis.yaho-mart.com

Es mambo merupakan salah satu jajanan es yang umumnya disukai oleh anak-anak. Biasanya dengan cara berkeliling ataupun di kantin sekolah. Es mambo ini disukai anak-anak karena rasanya yang segar dan manis serta harganya terjangkau.

Es mambo merupakan varian es yang sengaja dibuat berdasarkan rasa -buahan seperti durian dan juga mangga yang segar, kacang hijau, coklat, susu, agar-agar, ketan hitam, yoghurt dan yang lainnya yang dibungkus dengan menggunakan plastik kecil panjang. Es mambo merupakan sebutan lain dari es lilin.

Proses pembuatan es mambo yang dianggap mudah namun sangat laris di , utamanya pada saat memasuki panas, membuat beberapa ibu rumah tangga menjalankan es mambo sebagai sampingan. Peluang es ini pun dijadikan pilihan yang tepat untuk di jalankan sebab modal yang dibutuhkan juga sangat minim.

“Usaha pertama saya sebuah warung steak bebek pinggir jalan, hanya bertahan selama 3 bulan, dan kemudian tutup. Nah dari sisa penutupan warung tersebut, ada dua hal yang signifikan dan menjadi pertimbangan utama kami memilih melanjutkan bisnis kedua yaitu dan jualan Es Mambo,” tutur Rizky Luxianto, dilansir dari Kompasiana.

Dalam sistem produksinya, Ia membuat es Mambo di rumah, lalu dengan berbekal termos yang mampu di isi hingga 30 bungkus es, Ia titipkan ke warung-warung sekitar. Pada percobaan awal, ia mencoba menitipkan ke 3 warung yang berbeda. Dari satu warung bisa laku 10 hingga 15 bungkus es.

Untuk satu bungkus es Mambo, ia menjualnya dengan Rp1.000. Ia mendapatkan margin keuntungan kotor sekitar Rp400 per bungkusnya. Ia mengibaratkan ketika satu warung mampu menjual 15 bungkus es per hari, maka ia mendapatkan untung Rp6.000. Karena menggunakan sistem ‘nitip’, maka disini berlaku faktor kali, keuntungannya hanya tinggal dikali dengan beberapa warung yang menjajakan es Mambo miliknya.

Dengan keuntungan yang tidak dapat disepelekan ini, Rizky mengaku semakin giat dalam menambah jumlah termos yang ia miliki. Namun, meski hanya menggunakan sistem ‘nitip’ ternyata dalam pelaksanaannya tetap tidak mudah. Karena terdapat beberapa warung yang enggan untuk menjual es Mambo yang ia miliki. Akhirnya, sejauh yang ia ingat, ia memiliki 9 titik penjualan saja.

Ia memilih untuk menjual es Mambo karena ia ingin membuat es dengan bahan yang sehat. Sebelumnya, muncul anggapan bahwa es Mambo seringkali menjadi pemicu munculnya sakit, terlebih bagi anak-anak. Orang tua juga kerap kali takut air yang digunakan dalam pembuatan es Mambo tidak matang, memakai pemanis buatan dan sebagainya. Untuk itu, ia memutuskan membuat es Mambo yang sehat meskipun harga jualnya menjadi lebih mahal.

Loading...