Meski Biaya Training dan Sertifikasi CCNA Mahal, Peminatnya Tak Pernah Surut

Suasana training Cisco CCNA - www.nixtrain.com

Bagi yang berkecimpung di komputer, khususnya jaringan (networking), tentunya sudah tak asing lagi dengan Cisco. Cisco adalah IT di bidang jaringan terbesar di dunia. Tak hanya sekadar memproduksi jaringan, Cisco juga memiliki sertifikasi khusus yang dipakai sebagai pengakuan akan kualitas dan kompetensi seorang network administrator dalam mengoperasikan Cisco. tersebut dinamakan CCNA, serta biaya yang dibutuhkan untuk training dan sertifikasi CCNA bisa dibilang tidak murah.

CCNA atau Cisco Certified Network Associate sendiri adalah sertifikasi networking yang dikembangkan oleh perusahaan Cisco Systems. Dengan mengikuti sertifikasi CCNA, seseorang bisa mengenali serta memiliki kemampuan dasar dalam melakukan instalasi, konfigurasi, pengoperasian, memecahkan permasalahan dan dukungan dari jaringan berskala menengah pada LAN dan WAN. Di samping itu, kompetensi yang didapatkan nantinya bukan hanya terbatas pada produk-produk Cisco saja, namun pemilik sertifikasi CCNA juga bisa mengoperasikan -alat jaringan komputer dari vendor lain seperti Huawei, Mikrotik, dan sebagainya.

Agar bisa mendapatkan sertifikat CCNA, seseorang harus dinyatakan lulus ujian CCNA R&S (200-125) dengan meraih nilai setidaknya 825 dari maksimal skor sebesar 1.000. Karena menetapkan standar nilai yang cukup tinggi, tidak mengherankan apabila para calon peserta ujian CCNA biasanya mengikuti kursus atau pelatihan terlebih dahulu.

Biaya ujian sertifikasi CCNA dipatok USD 325 atau sekitar Rp 4,5 jutaan jika dikonversikan dalam . Saat ini ada banyak penyedia jasa yang menyediakan training atau pelatihan CCNA. Biaya training CCNA pun bervariasi, tergantung di mana tempat kursus yang dipilih. Beberapa tempat ada yang menerapkan biaya training CCNA sekitar Rp 2,5 jutaan, kemudian ada yang tarifnya Rp 4,25 juta, dan ada pula yang memasang biaya hingga Rp 6 juta.

Meskipun relatif mahal, peminat training dan sertifikasi CCNA cukup banyak. Pasalnya, sertifikasi CCNA kerap menjadi kualifikasi utama yang dituntut wajib dimilik para pelamar kerja, terutama yang bercita-cita masuk ke sebuah perusahaan IT besar. Oleh sebab itu beberapa pendidikan juga memasukkan Cisco ke dalam kurikulumnya. “Bahkan dengan Cisco, kami memasukkan sertifikasi Cisco dalam kurikulum, agar ketika mahasiswa lulus, sudah bisa langsung bekerja,” ujar Erik Meijer, Presiden Direktur Telkomtelstra, seperti dilansir Swa.

Loading...