Merupakan Suplemen Penderita Kanker, Harga Typhonium Plus Sekitar Rp 195 Ribuan

harga, typhonium, plus, suplemen, stadium, kanker, kista, tumor, box, kapsul, sehari, sesudah, makan, alternatif, generik, obat, bio, farma, payudara, vaksin, kapasitas, dosis, kemasanKemasan kapsul Typhonium Plus (sumber: Tokopedia)

Penderita dalam perjuangannya sembuh, biasanya akan menjalani beberapa pengobatan. Salah satu jalan yaitu menempuh pengobatan alternatif dengan generik. -obatan tersebut sudah banyak diperjualbelikan di pasaran.

Dari sekian banyak obat/, ada yang namanya Typhonium Plus. tersebut merupakan yang diklaim membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi efek buruk kemoterapi dan mempercepat penyembuhan. Harga jualnya sekitar Rp 195 ribuan. Dalam satu kemasan berisi sekitar 20 kapsul.

Di depan kemasan ada tulisan ditujukan bagi penderita tumor/kanker/kista, perokok aktif, dan orang yang berisiko tinggi terkena kanker. Komposisinya antara lain Typhonium Flagelliforme 400mg, Andrographis Paniculata Herba 50mg, dan Curcuma Zedoria Rhizoma 50mg.

Cara pemakaian dibedakan berdasarkan tingkat atau stadium. Untuk stadium I-II dikonsumsi 2 kapsul dua kali sehari sesudah makan. Sementara, stadium III ke atas, 3 kapsul 2 kali sehari sesudah makan.

Beberapa orang sudah pernah mengonsumsi produk tersebut. Dan, tidak jarang reviewnya menunjukkan hasil yang bagus, seperti sel kanker tidak menyebar ke mana-mana. Ada pula yang mengonsumsinya sebagai suplemen setelah dinyatakan bersih dari sel kanker. Namun, hasil bisa saja berbeda di setiap orang. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsinya, bisa konsultasi dulu dengan dokter.

Apabila Anda membutuhkan referensi lain mengenai obat generik atau suplemen untuk kanker, bisa mencoba Biosimilar Trastuzumab yang merupakan produk dari PT Bio Farma. Produk tersebut dikenal sebagai obat kanker payudara. Produk itu dijual dengan harga lebih terjangkau dari originatornya.

Bambang Heriyanto, Corporate Secretary PT Bio Farma mengatakan, pengembangan biosimilar Trastuzumab menjadi bagian dari dedikasi BUMN tersebut bagi masyarakat Indonesia. Pengembangan ini juga dipersiapkan untuk memenuhi obat kanker yang sesuai dengan kriteria harga BPJS .

“Saat ini kanker payudara menjadi degeneratif paling mematikan nomor 1 bagi wanita di Indonesia. Biosimilar Trastuzumab diharapkan bisa menjadi obat kanker payudara yang dibuat pertama kali di Indonesia, dan harganya lebih terjangkau publik. Sebagai entitas bisnis dari BUMN, kami juga harus mampu membuat obat yang bisa digunakan dalam kriteria BPJS kesehatan,” ujar Bambang.

Ia menuturkan bahwa selama lebih dari 127 tahun Bio Farma berperan sebagai produsen vaksin dan antisera yang sifatnya preventif atau pencegahan. Kini, perusahaan itu tengah bergerak dan menciptakan kemandirian baru di bidang lifescience seperti biosimilar, monoklonal antibodi, kit diagnostik hingga blood product.

“Sebagai satu-satunya Badan Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang bioteknologi, kami harus menciptakan produk yang lifescience yang berkualitas . Antara lain biosimilar Trastuzumab yang saat ini originatornya akan habis hak patennya di 2019,” tutur Bambang.

Di tahun 2018, pihak PT Bio Farma tetap mendapatkan dana capex lebih dari Rp1 triliun yang akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi dan penjualan vaksin dan antisera. Lanjut Bambang, BUMN farmasi tersebut akan memproduksi vaksin dan antisera dengan kapasitas mencapai 2,5 miliar dosis.

Loading...